
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.
JawaPos.com- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto angkat bicara menanggapi hasil riset dan kajian Setara Institute. Riset itu menyebutkan bahwa Makassar masuk ke dalam 10 kota intoleran di Indonesia.
Kota berjuluk Anging Mammiri ini, menempati peringkat ke-8. Tingkat persentase intoleransinya mencapai 3,63 persen.
Melihat angka itu, Danny-sapaan akrab M. Ramdhan Pomanto- mengaku cukup prihatin.
"Saya cukup prihatin dengan ukuran itu karena kenyataannya memang tidak seperti itu. Inilah kota yang paling toleran. Saya juga heran justru, dengan pandangan yang berbeda, kota toleran justru dibalik menjadi kota intoleran. Ini dasarnya apa?," katanya, Selasa (11/12).
Menurutnya tolak ukur yang menyebut bahwa Makassar masuk dalam indeks kota intoleran dari berbagai daerah di Indonesia, tidak akurat. Danny mencotohkan seperti Singkawang.
"Justru kalau secara, mohon maaf, Islami, itu paling tidak toleran. Nah ukuran apa tidak toleran ini. Perjelas dulu ukurannya. Makassar ini kota paling toleran, paling bisa menerima banyak orang," jelas Danny.
Survey tersebut menurut Danny terkesan membalik fakta menjadi sesuatu yang bersifat fiktif. "Justru ini sebaliknya. Jadi kayak terbalik dia. Justru yang toleran, dia bilang paling tidak toleran. Yang tidak toleran, paling toleran," ucapnya.
Danny memaparkan beberapa indikator bahwa kota yang dipimpinnya layak dianggap sebagai kota toleran. Pertama, Makassar menyandang titel sebagai kota yang paling ramah disabilitas. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan fasilitas umum khusus difabel. Seperti, pedesterian khusus difabel, akses-akses dan sarana umum di sejumlah tempat di kawasan strategis perkotaan.
Kedua, Makassar juga diklaim sebagai salah satu kota layak anak.
"Ini kota untuk semua. Sesuai dengan visi dan misi kita bahwa Makassar adalah kota untuk semua. Dan yang meriset serta usulkan itu adalah NGO. Bukan pemerintah. Saya juga sebagai salah satu bentuk pluralismenya. Makanya saya heran kalau Makassar dianggap sebagai intoleran," ungkap Danny.
Danny menegaskan Makassar sedang menuju kota dunia yang nyaman untuk semua. "Itu namanya toleran. Tidak ada diskriminasi. Kalau saya, jujur saya meragukan kriteria yang menganggap Makassar sebagai kota intoleran," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
