
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama warga Desa Sumber Brantas saat melakukan ritual Ponjo Kentang di salah satu lahan pertanian kentang di kaki Gunung Arjuno, Sabtu (24/11).
JawaPos.com- Warga Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memiliki sebuah ritual sebelum memasuki masa tanam kentang. Namanya 'Ponjo Kentang' atau dalam bahasa Jawa berarti menanam kentang.
Ponjo Kentang tahun ini jatuh pada Sabtu (24/11). Berdasarkan hitungan Jawa, Sabtu dan POn berjumlah 16. Tanggal 16 itu pun dipercaya sebagai hari baik untuk melakukan tanam kentang untuk pertama kali.
Ritual itu terlihat di kawasan kaki Gunung Arjuno, Sabtu petang (24/11). Ritual tersebut ditandai dengan digelarnya kondangan atau selamatan di lahan yang akan ditanami kentang. Di sana juga terdapat beberapa sesepuh yang akan mengucapkan doa-doa untuk kelancaran masa tanam sehingga mendapatkan hasil maksimal.
Selain itu, pada ritual tersebut juga disediakan makanan seperti tumpeng yang ditata di atas daun pisang dengan lauk yang khas. Yakni berupa pitik wungkul ingkung atau ayam kampung utuh yang dipanggang. Setelah didoakan, makanan tersebut disantap bersama-sama oleh masyarakat yang ikut kondangan. Pada kesempatan itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko turut hadir pada ritual tersebut.
Usai menyantap makanan, salah seorang sesepuh kemudian meminta Dewanti untuk menanam 16 biji buah kentang di lahan yang telah disediakan. 16 biji itu menandakan tanggal hitungan Jawa yang sebelumnya sudah dihitung oleh sesepuh. Penanaman kentang pun dilakukan tidak sembarangan. Untuk 16 biji pertama, kentang harus ditancapkan ditanah secara berurutan dan kemudian langsung ditimbun dengan tanah. Hal itu sekaligus menjadi penutup ritual.
Salah satu sesepuh Desa Brantas, Sadad, 89, mengatakan, ritual Ponjo Kentang ini sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang. "Sudah turun temurun dari nenek moyang," ujarnya.
Dia menerangkan, penghitungan hari 16 itu merupakan hitungan Aboge. Dan hitungan tersebut menentukan berapa jumlah kentang yang ditanam untuk pertama kali pada masa tanam. "Kalo harinya 16 ya 16 buah, kalo 10 ya 10 buah," terangnya.
Jika ritual tersebut tidak dilaksanakan sebelum masa tanam, maka akan menimbulkan penyakit pada tanaman. "Biasanya muncul peyakit. Bisa rusak atau apa. Makanya ada ritual ini untuk mendoakan," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Batu Heli Suyanto menambahkan, pelaksanaan ritual Ponjo Kentang saat ini lebih praktis dibanding zaman dulu. Pasalnya, saat ini masyarakat tidak perlu melakukan kondangan di lahan yang akan ditanami kentang. "Sekarang lebih praktis, kondangan tidak di lahan tapi dirumah. Tapi pas makan bersama bisa di lahan," ujarnya.
Dia mengungkapkan, munculnya ritual ini yakni bermula pada saat petani jaman dulu ingin mengungkapkan rasa syukur. "Kalau mau panen mohon doa barokah agar tanaman bagus, panen bagus," imbuhnya.
Biasanya, lanjut dia, setelah melakukan ritual Ponjo Kentang, masyarakat akan melakukan nunu kentang pada malam harinya. Nunu kentang merupakan kebiasaan masyarakat Desa Sumber Brantas yakni dengan membakar kentar di pawon. "Biasanya mereka membakar kentang sambil mengobrol," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan, ritual Ponjo Kentang merupakan budaya sejak dari nenek moyang. "Apapun budaya ini itu kami menghormati dan menghargai leluhur kita," katanya.
Menurutnya, selain untuk melestarikan budaya, ritual ini juga baik untuk dilaksanakan. "Artinya ketika kita sudah menjalankan kebiasaan nenek moyang kita, kita ada rasa kepercayaan diri dari petani. Bahwa kita sudah melakukan sesuatu yang semestinya dilakukan,"tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
