Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 November 2018 | 00.42 WIB

Tahun Ini Sudah 9 Nyawa Melayang karena Kebakaran, Ini Langkah Risma

Rumah di Jalan Kutisari Selatan XV yang terbakar, Selasa subuh (20/11). - Image

Rumah di Jalan Kutisari Selatan XV yang terbakar, Selasa subuh (20/11).

JawaPos.com– Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Kutisari Selatan XV, Surabaya, Selasa subuh (20/11). Peristiwa itu merenggut satu nyawa. Korban tewas adalah penghuni rumah, Johan Indrajaya, 69.


Johan menambah daftar korban kebakaran yang tewas. Berdasar data yang dirangkum JawaPos.com, tercatat sudah ada 9 orang tewas sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pada Mei lalu, 8 orang tewas terjebak dalam kebakaran rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II.


Salah satu penyebab jatuhnya korban jiwa saat kebakaran adalah kesulitan mobil PMK mencapai lokasi. Hal itul juga terjadi saat api melahap rumah di Kutisari Selatan.


Kanitreskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Suhardhono menjelaskan, banyak halangan yang dihadapi mobil PMK. Mulai, banyaknya mobil parkir, pos hansip, hingga ada jalur yang tertutup karena ada warga yang menggelar hajatan. "Untuk jalur besar dapat dilalui PMK. Tapi untuk mengakses lokasi kejadian, PMK terpaksa mengulur slang air hingga lebih dari 20 meteran. Soalnya, masuk gang kecil," jelas Puguh. 


Selain kesulitan PMK mendapat akses masuk, korban juga diduga terkepung asap tebal. Johan memang sendirian di dalam rumah tersebut. Dia sempat meminta tolong ke warga sekitar. Namun warga tidak bisa berbuat banyak karena api semakin membesar. ”Kami masuk setelah pembasahan selesai,” tambah Puguh.


Terkait dengan insiden itu, Pemkot Surabaya akan secepatnya mengatur tata ruang pemukiman di Jalan Kutisari Selatan XV Surabaya. Pengaturan mencakup space parkir dan gapura. 


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pengaturan tersebut untuk memudahkan lalu lintas kendaraan di pemukiman tersebut. Terutama, lalu lintas keluar masuk ambulans dan PMK. "Saya harap ketua RT dan RW ngatur, parkir mobilnya satu arah saja. Nah sisi lainnya bisa dipakai kalau ada mobil Ambulans atau PMK datang," kata Risma.


Risma juga akan mendatangkan alat berat jika mobil PMK terhambat akses masuk ke lokasi kebakaran. Hal itu dilakukan menurut pengalamannya saat menangani kebakaran di lokasi pemukiman padat penduduk. 


Selain itu, dirinya akan memerintahkan petugas PMK agar menangani kebakaran dengan menyemprotkan air dari ketinggian tertentu. Menurutnya, penanganan kebakaran di pemukiman padat penduduk, dengan cara seperti itu, akan lebih mudah. "Makanya, kadang kampung kok pakai mobil PMK yang tinggi. Karena kalau (memadamkan api) dari bawah, tingkat kesulitannya tinggi," ujar Risma.


Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore