
PAMERAN LUKISAN: Karya milik Friski yang menggambarkan tentang hewan-hewan yang kerap diburu secara ilegal.
JawaPos.com - Puluhan lukisan berjejer rapi di dalam gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Minggu (4/11). Lukisan-lukisan tersebut menunjukkan beragam visual mulai dari pemandangan alam, view Kota Malang, hingga beberapa hewan.
Dari 36 lukisan yang dipamerkan, ada beberapa lukisan yang menarik perhatian. Lukisan tersebut bergambar Rusa, Gajah, dan Hiu yang masing-masing berada di frame berbeda. Menariknya, pada beberapa bagian tubuh yang menunjukkan ciri hewan tersebut sengaja diberikan warna yang sedikit ngejreng, yakni warna hijau terang.Â
Pada gambar Rusa misalnya, pada tanduknya diberi warna hijau terang. Selanjutnya pada gambar gajah, warna hijau terang ada pada gadingnya. Sementara pada hiu, siripnya diberi warna hijau terang.
Bukan tanpa alasan, rupanya si pelukis memang sengaja memberikan warna tersebut agar bisa menarik perhatian pengunjung. Ya, dirinya ingin menunjukkan jika hewan-hewan tersebut kerap diburu untuk diambil bagian tubuhnya yang biasa diperjual belikan.
Friski Jayantoro, 21, laki-laki yang juga menjadi ketua pelaksana pameran bertajuk Cakra Buana itu lah pelukis dibalik karya-karya tersebut. Mahasiswa jurusan seni dan desain Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, pada pameran kali ini dia memang sengaja mengambil tema mengkritisi kehidupan, khususnya mengenai kepunahan.Â
"Saya memilih tiga hewan tersebut karena banyak diburu," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (4/11). Menurutnya, hewan-hewan tersebut diambil bagian tubuhnya oleh pemburu liar dan diperjual belikan secara ilegal.
Bahkan, sebelum melukis gambar tersebut, Friski juga sempat melakukan riset di beberapa tempat. Salah satunya riset mengenai hiu ketika dia berada di Bali. "Saya sering ke Bali. Di pelabuhan ada makanan sirip hiu, ternyata disitu nggak papa (untuk dimakan). Setelah browsing, ternyata hiu disana kerap diambil siripnya, trus hiunya langsung dikembalikan ke laut. Saya miris lihatnya," papar dia.
Oleh karena itu, melalui karyanya ini, Friski ingin mengedukasi masyarakat agar senantiasa menjaga habitat hewan. "Menggambarkan kemirisan. Saya ingin sampaikan agar semuanya menjaga dan melestarikan hewan," kata dia.
Pada pameran yang digelar mulai tanggal 3-5 November itu, terdapat total 36 lukisan dari 12 pekarya. Selain itu juga ada workshop membatik dari para mahasiswa Seni dan Desain UM.Â
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
