
Massa menggelar Aksi Bela Kalimat Tauhid di depan kantor Menkopolhukam, Jumat (26/10).
JawaPos.com - Ribuan umat Islam baru saja menggelar Aksi Bela Kalimat Tauhid di depan Kementerian Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Sebetulnya aksi seperti ini biasa dilakukan ketika ada perkara yang bersinggungan dengan ideologi.
Tercatat beberapa aksi serupa juga pernah dilakukan oleh ribuan umat Islam. Sebagai contoh, aksi 411 dan 212 terkait penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diikuti oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru Indonesia.
Namun adapula sejumlah perkara yang menyinggung ideologi tidak terlalu mendapat respon dari kelompok massa ini. Sebut saja seperti, korupsi dana Alquran. Atau korupsi pembangunan jalan di Maluku, dan Maluku Utara yang menggunakan modus penyamaran bahasa arab dan bahasa Alquran, yakni salah satu kata yang digunakan Liqo dan Juz.
Ditanya terkait itu, salah satu peserta Aksi Bela Kalimat Tauhid Ilham Rizky, 28, seorang wiraswasta mengatakan, kasus korupsi merupakan oknumnya yang melakukan, namun dengan mengatasnamakan Alquran. Sehingga kasus pembakaran bendera dengan kasus korupsi dinilai berbeda.
"Memang kasus korupsi Alquran, ya istilahnya kayak orang biasa saja. Mungkin kalau Alqurannya dibakar kita turun semua. Karena itu beda hal, orang sering mengaitkan saja korupsi Alquran itu," ungkap Ilham di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10).
Peserta lainnya Abdul Hakim, 52, memandang bahwa ada perbedaan cukup signifikan antara korupsi Alquran dengan pembakaran bendera di Garut. Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu mengatakan bahwa korupsi lebih menjadi urusan hukum semata, tidak terdapat unsur keagamaan.
"Kalau korupsi dana Alquran kan perilakunya pribadi artinya pelaku dari korupsi tetap harus perlu dilakukan tindakan hukum, tidak berdasar agama tapi nafsi, pribadi untuk korupsi," kata Hakim
Senada dengan lainnya Abu Imam, 50, pekerja swasta pun berpendapat yang sama. Korupsi merupakan pelanggaran hukum yang lumrah terjadi di Indonesia. Sedangkan pembakaran bendera di Garut kategorinya sudah menyangkut masalah ideologi.
"Korupsi hal biasa di Indonesia itu nggak menggugah kita, bodo amat. Ini beda konteksnya ini ideologi. Kalau korupsi semua orang berpotensi termasuk saya tapi kalau ini ideologi," ujarnya.
"Korupsi (Alquran, Red) nggak bisa disandingin dengan ini (perkara pembakaran bendera, Red). Mana korupsi e-KTP kita demo enggak ada. Keluarga Jokowi korupsi kita demo, enggak ada," sambungnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
