Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 03.58 WIB

Mengerang Sambil Berjoget, 10 Siswa SMPN 19 Malang Kesurupan Bantengan

Ilustrasi kesurupan. - Image

Ilustrasi kesurupan.

JawaPos.com- 10 siswa SMPN 19 Malang mengalami kesurupan, Jumat (26/10). Peristiwa di luar nalar itu diduga disebabkan oleh minyak wangi yang dibawa oleh salah satu siswa kelas 7. 


Peristiwa tersebut terjadi menjelang jam istirahat pertama. Saat itu, salah satu siswa kelas 7 membawa minyak wangi yang biasa digunakan saat bermain kesenian bantengan ke sekolah. Siswa tersebut kemudian membuka minyak itu ketika berada di luar kelas. 


Tak berselang lama, beberapa murid dari kelas lain mendadak kesurupan. Setidaknya ada 10 anak yang kesurupan secara bersamaan. Mereka pun bertingkah layaknya seperti orang-orang yang sedang bermain bantengan.


Mereka terlihat seperti akan beradu satu sama lain. Tak pelak, pemandangan itu membuat siswa lainnya menjadi heboh. Usut punya usut, sejumlah anak yang kesurupan tersebut rupanya juga pernah mengikuti kesenian bantengan di rumahnya. 


JawaPos.com yang sudah mendengar informasi itu sejak Jumat siang, baru bisa mengonfirmasi pihak sekolah pada malam harinya. Kepala Sekolah SMPN 19 Malang Sukarji membenarkan kejadian yang menimpa anak didiknya tersebut.


Dia mengatakan, kemungkinan siswa yang membawa minyak wangi tersebut pernah mengikuti kesenian bantengan di rumahnya. "Mungkin dia mengira itu minyak biasa. Dibawa ke sekolah," ujar Sukarji dikonfirmasi JawaPos.com melalui sambungan telepon. 


Sebagai informasi, kesenian bantengan adalah sebuah seni pertunjukan budaya tradisi yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra. Gabungan instrumen itu memang sangat kental dengan nuansa magis.


Sukarji menerangkan, ketika minyak tersebut dibuka di luar kelas, anak-anak yang ada di sekitar pun yang mencium aroma minyak wangi itu. "Anak-anak dari kelas lain, yang juga mengikuti kesenian bantengan juga akhirnya kesurupan. Hanya beberapa saja, bukan kesurupan masal," tegasnya.


Sukarji mengungkapkan, ada sekitar 10 murid kelas 7 yang kesurupan. Setelah itu, para guru keluar kelas dan menyembuhkan anak-anak tersebut. "Mereka mengerang sambil berjoget. Kemudian para guru menyembuhkan anak-anak itu," kata dia 


Namun sebelumnya, beberapa guru juga sempat panik karena melihat situasi tersebut. Untuk menormalkan keadaan, siswa yang tidak terpengaruh terpaksa dipulangkan. 


"Kemudian, kami menghubungi orangtua siswa yang kesurupan supaya menjemput anaknya. Mereka pun ikut menyembuhkan. Alhamdulilah pukul 13.20 WIB semunya sudah kembali pulih dan langsung pulang," paparnya.


Sementara itu, untuk siswa yang membawa minyak ke sekolah tersebut, telah ditangani oleh wali kelasnya. Namun pihak sekolah tidak memberikan sanksi karena menurutnya siswa tersebut tidak sengaja membawa minyak wangi ke sekolah. "Masih anak kelas 7, mungkin dia tidak mengerti. Kami juga menghadirkan orang tuanya ke sekolah untuk klarifikasi," lanjutnya.


Untuk mengantisipasi supaya tidak terulang lagi, Sukarji akan mengadakan pertemuan dengan wali murid. "Kemungkinan, hari Senin kami akan mengumpulkan wali murid supaya anaknya ke sekolah tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari," pungkasnya. 


Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore