
Seorang pengendara motor menerjang hujan deras yang mengguyur kawasan Balai Kota Malang, Selasa (23/10)
JawaPos.com - Musim kemarau belum berakhir, namun wilayah Kabupaten dan Kota Malang sudah diguyur hujan deras disertai angin dan kilat, Selasa (23/10). Beberapa pohon dilaporkan tumbang di sejumlah lokasi.
Berdasar pantauan JawaPos.com, hujan berlangsung sekitar dua jam. Mulai pukul 14.30-16.30 WIB.
Hujan turun secara rata di beberapa wilayah. Mulai Balai Kota Malang, Singosari, Pakisaji, hingga Kepanjen, Kabupaten Malang.
Hujan deras disertai angin turut menyebabkan pohon tumbang. Laporan yang diterima JawaPos.com, pohon tumbang terjadi di Blimbing dan Kedungkandang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Malang, Anung Suprayitno menjelaskan, merujuk prakiraan musim hujan 2018/2019, musim hujan sebenarnya belum terjadi bulan ini. "Berdasarkan prakiraan kami, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur terjadi bulan November," jelas Anung kepada JawaPos.com.
Hal itu disebabkan kerena kriteria awal musim hujan adalah jika dalam satu dasarian curah hujan terukur 50 milimeter dan diikuti dua dasarian. "Dasarian Oktober adalah 21 hingga 31 milimeter. Jadi untuk musim hujan masih belum sesuai prasyarat," imbuhnya.
Dia menambahkan, sebelum memasuki musim hujan dikenal istilah pancaroba. Hal inilah yang terjadi saat ini. Cuaca ekstrem merupakan ciri dari musim peralihan.
Beberapa cuaca ekstrem yang muncul di musim pancaroba adalah hujan lebat, angin kencang, petir, hingga puting beliung. Potensi cuaca ekstrem itu bersifat lokal dengan durasi yang tidak lama. "Cuaca ekstrem tersebut umumnya timbul dari pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) karena proses konvektif atau pemanasan tinggi diiringi potensi uap air di udara yang cukup," papar Anung.
Pada masa-masa seperti ini, BMKG mengimbau agar masyarakat menyiapakan diri terhadap perubahan cuaca yang ekstrem. Baik dari sisi kesehatan dan membangun kewaspadaan terhadap potensi munculnya bencana hidrometeotologi. "Cermati kondisi lingkungan terutama pepohonan, baliho, dan daerah kemiringan-daerah aliran sungai," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
