
ILUSTRASI: Kebakaran di sisi barat Gunung Merbabu belum bisa dijinakkan semenjak api pertama terpantau muncul pada Minggu (14/10) pagi kemarin.
JawaPos.com - Kebakaran di sisi barat Gunung Merbabu belum bisa dijinakkan semenjak api pertama terpantau muncul pada Minggu (14/10) pagi kemarin. Upaya pemadaman si jago merah dengan water bombing diupayakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan, bahwa api di Gunung Merbabu belum mampu dipadamkan. Karena beberapa faktor seperti sulit dijangkaunya lokasi, serta adanya angin kencang yang membuat api cepat meluas.
Sehingga, Heru berujar, telah dibentuk regu atau satuan tugas khusus untuk menangani kebakaran bencana ini. "Satgas ini komandonya Pak Dandim," jelasnya saat dihubungi, Selasa (15/10).
Kepentingan satgas ini, lanjut Heru adalah merekomendasikan status kebencanaan di Gunung Merbabu kepada kepala daerah untuk kemudian ditetapkan. Dalam hal ini oleh Bupati Kabupaten Semarang.
Heru menilai, saat ini pengajuan status darurat bencana kebakaran cukup perlu, lantaran api yang terus meluas karena sulit jika dipadamkan dengan cara manual. Sehingga, adanya status tersebut menjadi salah satu syarat pengajuan bantuan helikopter pengangkut air atau water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Siang ini kita ajukan (status darurat bencana) ke Pak Bupati. Intinya kita minta fasilitasi bantuan BNPB menggunakan helikopter water bombing ini," sambungnya.
Sebelumnya, Heru sendiri sempat menyinggung upaya pelibatan helikopter water bombing ini. Dimana, saat dihubungi kemarin (15/10) malam, dirinya menerangkan bahwasanya air nantinya akan diangkut dari sebuah embung di Dusun Pulihan, Kabupaten Semarang.
Sambil menunggu bantuan BNPB, saat ini sekitar 80 petugas gabungan dari berbagai unsur mulai BPBD, SAR, TNI, Polri, relawan dan warga sekitar tengah berusaha memadamkan api dengan cara manual. Mereka bertugas mengantisipasi supaya api tak meluas dengan cepat.
"Wilayah yang terbakar (antara) Pos 2 sampai Pos 4 (di atas Basecamp Thekelan-Wekas Pakis). Api sudah turun mengarah ke dusun Nglelo dan Getasan. Dari penjelasan Taman Nasional tadi sudah 100 hektare lebih," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sisi barat kawasan Gunung Merbabu dilaporkan dilalap api sejak Minggu (14/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Belum diketahui titik pertama munculnya api atau pemicunya sampai saat ini. Jalur pendakian via Thekelan pun sudah ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
