Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 21.49 WIB

Pemkab Malang Dilengkapi Lab Komputer

Bupati Malang Rendra Kresna. - Image

Bupati Malang Rendra Kresna.

JawaPos.com - Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang miliki Laboratorium Computer Assisted Test (CAT). Laboratorium teranyar itu diresmikan Bupati Malang Rendra Kresna di lingkungan Pendopo Agung, Kota Malang, Rabu (26/9).


Lab CAT yang dibuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tersebut terbagi menjadi dua ruangan. Yakni, ruang tunggu yang digunakan untuk mempersiapkan peserta dan ruang ujian.


Laboratorium memiliki 30 komputer untuk peserta ujian. Satu unit komputer untuk instruktur, dan satu unit komputer server untuk pengelolaan ujian.


Kemudian satu unit LED display untuk menampilkan hasil ujian yang dilengkapi dengan satu set sound system. Serta satu set layar proyektor sebagai media penyampaian instruksi teknis.


Sistem CAT digunakan untuk ujian seleksi pengadaan aparatur, ujian kompetensi aparatur, ujian dinas/penyesuaian ijazah, ujian dalam even tertentu seperti anugerah PNS Berprestasi.


Rendra menyebutkan, saat ini laboratorium komputer belum dimiliki seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Untuk itu, dia mengapresiasi kinerja dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dengan cepat merespons kebutuhan akan perkembangan teknologi.


Rendra juga mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari pimpinan hingga staf agar menguasai teknologi. Terutama ketrampilan penggunaan komputer. Pegawai di lingkungan Pemkab Malang tidak boleh gagap teknologi alias gaptek.


"Sudah ada surat edaran, undang-undang, dan peraturan pemerintah. Maka jawaban dari kami melalui laboratorium komputer ini bisa lihat langsung kemampuan ASN terkait perkembangan teknologi," kata Rendra Kresna di sela launching CAT di lingkungan Pendopo Agung, Kota Malang.


Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menuturkan, pengetahuan dasar komputer yang ditunjang dengan keberadaan laboratorium juga menjadi sebuah kebutuhan. Ini karena seluruh ASN wajib melakukan penilaian (assessment) yang salah satunya berkaitan dengan komputerisasi.


"Ini kan juga kaitannya untuk mutasi, rotasi, dan promosi bagi para pegawai yang membutuhkan tes. Kalau bisa, nanti komputer ditambah. Saat ini di lab jumlahnya masih 30 unit," urai Nurman.


Nurman menegaskan, ASN tidak boleh lagi malas belajar. Kalau tidak mau belajar, mereka pasti akan tergerus zaman. "Pelayanan arahnya sekarang ke sistem elektronik," pungkasnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore