
Bupati Malang Rendra Kresna.
JawaPos.com - Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang miliki Laboratorium Computer Assisted Test (CAT). Laboratorium teranyar itu diresmikan Bupati Malang Rendra Kresna di lingkungan Pendopo Agung, Kota Malang, Rabu (26/9).
Lab CAT yang dibuat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tersebut terbagi menjadi dua ruangan. Yakni, ruang tunggu yang digunakan untuk mempersiapkan peserta dan ruang ujian.
Laboratorium memiliki 30 komputer untuk peserta ujian. Satu unit komputer untuk instruktur, dan satu unit komputer server untuk pengelolaan ujian.
Kemudian satu unit LED display untuk menampilkan hasil ujian yang dilengkapi dengan satu set sound system. Serta satu set layar proyektor sebagai media penyampaian instruksi teknis.
Sistem CAT digunakan untuk ujian seleksi pengadaan aparatur, ujian kompetensi aparatur, ujian dinas/penyesuaian ijazah, ujian dalam even tertentu seperti anugerah PNS Berprestasi.
Rendra menyebutkan, saat ini laboratorium komputer belum dimiliki seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Untuk itu, dia mengapresiasi kinerja dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dengan cepat merespons kebutuhan akan perkembangan teknologi.
Rendra juga mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari pimpinan hingga staf agar menguasai teknologi. Terutama ketrampilan penggunaan komputer. Pegawai di lingkungan Pemkab Malang tidak boleh gagap teknologi alias gaptek.
"Sudah ada surat edaran, undang-undang, dan peraturan pemerintah. Maka jawaban dari kami melalui laboratorium komputer ini bisa lihat langsung kemampuan ASN terkait perkembangan teknologi," kata Rendra Kresna di sela launching CAT di lingkungan Pendopo Agung, Kota Malang.
Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah menuturkan, pengetahuan dasar komputer yang ditunjang dengan keberadaan laboratorium juga menjadi sebuah kebutuhan. Ini karena seluruh ASN wajib melakukan penilaian (assessment) yang salah satunya berkaitan dengan komputerisasi.
"Ini kan juga kaitannya untuk mutasi, rotasi, dan promosi bagi para pegawai yang membutuhkan tes. Kalau bisa, nanti komputer ditambah. Saat ini di lab jumlahnya masih 30 unit," urai Nurman.
Nurman menegaskan, ASN tidak boleh lagi malas belajar. Kalau tidak mau belajar, mereka pasti akan tergerus zaman. "Pelayanan arahnya sekarang ke sistem elektronik," pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
