
Panitia deklarasi #2019GantiPresiden di Riau, membatalkan acara deklarasi yang akan dilangsungkan pada 2 September mendatang, pada Jumat (31/8).
JawaPos.com - Pelaksanaan deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, dibatalkan. Semula, acara tersebut akan dilangsungkan pada Minggu (26/8) lalu. Kemudian panitia mengundurkan pelaksanaannya hingga Minggu (2/9) mendatang. Tapi kedua ini batal dilakukan.
Ketua Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden, Husni Thamrin mengatakan, pembatalan acara deklarasi itu karena ada beberapa alasan. Namun, ia enggan menyebutkan secara gamblang apa alasan itu.
"Apapun alasannya, sangat substansial. Ada alasan-alasan objektif, ada alasan subjektif terkait pembatalan," ujarnya kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (31/8).
Ia memastikan, dibatalkannya deklarasi itu bukan karena tidak adanya izin dari pihak kepolisian. Namun, permasalahan muncul dari dalam internal panitia deklarasi itu sendiri.
"Perizinan tidak ada masalah, polisi mengizinkan hal tersebut. Hanya ada persoalan internal yang perlu diperbaiki dan akan kita koordinasikan lebih lanjut," sebutnya.
Kedepan, panitia deklarasi akan menghimpun lebih banyak unsur lainnya untuk ikut dalam acara tersebut. Tapi terkait waktunya belum dapat dipastikan. "Kita akan menghimpun unsur terkait lainnya untuk kedepannya. Namun kita belum bisa menentukan waktunya," kata dia.
Terkait pembatalan ini, presidium daerah Riau sudah mengkoordinasikannya kepada presidium pusat di Jakarta. "Kami sudah sepakat dengan presidium daerah dan pusat sama-sama membatalkan kegiatan deklarasi di Riau," ungkapnya.
Jika pada tanggal 2 September nanti ada acara yang mengatasnamakan deklarasi #2019GantiPresiden, maka panitia memastikan itu bukan diselenggarakan oleh pihaknya. "Jika ada pelaksanaan tanggal 2 diluar tanggung jawab kami sebagai panitia," tegasnya.
Sebelumnya, deklarasi #2019GantiPresiden tetap berlangsung di Pekanbaru, pada Minggu (26/8) lalu. Itu dilaksanakan di masjid Agung Annur Riau. Namun saat itu, tidak ada tokoh nasional yang hadir. Sebab, penggagas gerakan yaitu Neno Warisman tidak diperbolehkan masuk ke Kota Pekanbaru oleh pihak berwajib, pada Sabtu (25/8) lalu.
Panitia menyebut, kedatangan Neno dan dilangsungkannya acara deklarasi yang sempat mengakibatkan bentrok antar massa dengan polisi, merupakan miskomunikasi.
"Kemarin, memang sempat terjadi perbedaan komunikasi di internal, dan itu sampai mengakibatkan ke pusat, sehingga presidium pusat (Neno Warisman) sampai turun tanggal 25. Tapi yang ini tidak. Kamis sudah sepakat bersama antara presidium daerah dan pusat membatalkan dalam waktu dekat. Tidak ada kegiatan itu," pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
