
TKP: Bermula dari cekcok, Eko Prasetio, 28, ditabrak oleh pengendara mobil di Jalan KS Tubun, Manahan, Solo, Rabu (22/8).
JawaPos.com - Peristiwa penabrakan yang dilakukan oleh tersangka IA, 40, terhadap Eko Prasetio, 28, hingga meninggal dunia ternyata diketahui bermula dari cekcok mulut di antara keduanya. Cekcok tersebut berbuntut panjang dan akhirnya terjadi kejar-kejaran hingga akhirnya, IA menabrak Eko dari belakang.
Akibat kejadian tersebut, Eko meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di kepalanya. Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli menguraikan, sebelum terjadi peristiwa mengenaskan tersebut, keduanya yakni korban dan pelaku sempat adu mulut saat berada di lampu merah.
"Pelaku merasa mobilnya terhalangi oleh korban, dan keduanya saling mengintip. Kemudian, teman pelaku turun dari mobil Mercedes Benz yang dikendarai IA, lalu mengejar korban dan teman pelaku sempat memukul helm korban," terangnya saat gelar kasus di Mapolresta Solo, Rabu (22/8).
Tidak berhenti di situ, Fadli melanjutkan, cekcok berlanjut setelah pelaku menurunkan temannya di rumahnya.
Saat itu, korban kembali bertemu dengan pelaku. Dan keduanya kembali terlibat cekcok mulut di depan rumah pelaku. Kemudian pelaku bersama sejumlah temannya langsung mengejar korban. "Korban ini katanya juga sempat menendang bumper mobil milik pelaku," katanya.
Kejar-kejaran berlangsung hingga sampai di Jalan KS Tubun, Manahan Solo. Sesampainya di lokasi tersebut, pelaku yang mengendarai mobil Mercedes Benz dan langsung menabrak korban dari belakang. Akibatnya, korban yang naik sepeda motor Honda Beat langsung terjatuh dan sempat terseret belasan meter.
Eko mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian. Melihat korbannya tergeletak di jalanan, pelaku berusaha melarikan diri. "Anggota Satreskrim langsung melakukan pengejaran dan tidak butuh waktu lama kurang dari 30 menit, tersangka berhasil ditangkap bersama barang bukti mobilnya," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
