
Kondisi di dalam stasiun dan kereta LRT Palembang
JawaPos.com - Light Rail Transit (LRT) yang berada di Palembang merupakan pertama di Indonesia. Moda transportasi canggih ini dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan masyarakat. Juga memberikan keamanan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna kereta api ringan ini.
Untuk memasuki stasiun, warga langsung disuguhkan tangga ekskalator. Setelah di dalam LRT, masyarakat pun langsung dilayani dan diarahkan terlebih dahulu untuk pembelian tiket.
Bagi masyarakat yang mengerti akan teknologi maka dapat melakukan pembayaran dengan cara tapping menggunakan uang elektronik atau e-Money.
Untuk menggunakan LRT, masyarakat hanya mengeluarkan kocek Rp 5 ribu untuk jarak dekat sedangkan jarak jauh yakni Stasiun Jakabaring – Stasiun Bandara SMB II hanya Rp 10 ribu.
Setelah mendapatkan tiket, masyarakat pun diarahkan untuk menunggu terlebih dahulu sesuai dengan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh PT KAI sebagai operator. Jika waktu keberangkatan sudah benar maka akan diarahkan untuk segera memasuki LRT.
Di dalam LRT, masyarakat disuguhkan musik dari operator serta AC yang masih dalam kondisi dingin meskipun suasana berdesakan. Selain itu, ada sensor pintu yang hanya bisa dibuka saat sudah sampai stasiun. Namun, jika dalam kondisi darurat maka dapat dibuka oleh operator.
Salah satu penumpang LRT, Andhiko, 35, mengatakan adanya LRT sangat membantu. Apalagi tarifnya sangat murah. Fasilitas yang diberikan juga cukup mumpuni. Seperti AC yang masih dingin dan sistem keamanan dari sensor pintu yang baik.
"Saya tadi malahan sempet tertidur karena nyaman dan aman," ujarnya. Ke depan ia berharap bukan hanya satu akses saja melainkan banyak akses yang dapat dicapai LRT sehingga dapat optimal memecah kemacetan di jalan Kota Palembang.
“Yang jelas kami bangga, karena cuma ada di Jakarta dan Palembang. Tapi di Jakarta LRTnya kan belum selesai, disini sudah,” singkatnya.
Sementara itu, Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan antusias masyarakat menggunakan LRT ini sangat tinggi dan terbukti rata-rata setiap hari pengguna LRT ini mencapai 3 ribu penumpang. Stasiun paling banyak penumpangnya yakni Stasiun Bumi Sriwijaya dan Stasiun DJKA.
“Tercatat sejak awal beroperasi LRT sudah mengangkut penumpang mencapai 198.300 orang,” katanya saat ditemui JawaPos.com, Minggu (19/8).
Namun, selama Asian Games ini hanya difokuskan kepada atlet, untuk membawa dari Bandara ke Jakabaring. Artinya, penumpang yang akan menggunakan pun LRT harus dilakukan pembatasan. Bahkan, pada tanggal 16 Agustus hingga 18 Agustus kemarin LRT tidak mengangkut masyarakat umum melainkan hanya atlet dan official saja.
“Tapi, sekarang masyarakat sudah bisa menggunakannnya lagi meski dilakukan pembatasan. Masyarakat juga dapat menaiki LRT ini gratis selama Asian Games,” ujarnya.
Ia mengaku selama beroperasionalnya untuk umum LRT ini sempat mengalami tiga kali mogok. Namun, saat ini pihaknya menjamin tidak akan lagi terjadi peristiwa tersebut. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan posko sebagai upaya tindakan cepat.
“Pokoknya kami jamin tidak akan mogok lagi selama Asian Games ini dan selamanya,” tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
