Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Agustus 2018 | 00.10 WIB

Sandiaga Uno Malah Mikirin Harga Unit Apartemen?

Polisi ungkap kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan - Image

Polisi ungkap kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan


JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno khawatir apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan yang kerap dijadikan tempat prostitusi akan membawa dampak negatif dari sisi ekonomi. Terutama, penurunan harga jual unitnya sendiri.


“Kalau ada narkoba dan prostitusi nanti harga properti di situ akan turun, dan kalau turun ekonomi akan turun, dan tempat itu tidak akan bisa membuat satu ekonomi yang membuka lapangan pekerjaan,” ujar Sandi di Jakarta Pusat, Rabu (8/8).


Untuk itu, dia meminta pemilik unit apartemen dan pengelola apartemen bekerja sama agar tidak sembarangan menyewakan unit kepada orang yang tidak bertanggungjawab.


“Kita ingin sampaikan kepada pemilik apartemen hati-hati dalam menyewakan apartemen tempatnya dan pastikan bahwa tidak ada narkoba dan prostitusi di lingkungan tempat mereka berkegiatan,” tuturnya.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menyerahkan segala proses hukum ke pihak Kepolisian. Hal itu melihat kedua kasus tersebut sudah terjadi berulang-ulang.


“Kita tegas kalau kita kerja sama dengan Kepolisian tindak tegas siapa yang ikut masuk ke peredaran narkoba dan prostitusi. Sanksinya kita akan tegakkan dengan tegas,” kata Politikus Partai Gerindra itu.


Kasus prostitusi di bawah umur kembali dibongkar aparat kepolisian di Apartemen Kalibata City melibatkan tiga tersangka yang kini berada di sel tahanan Polda Metro Jaya. Terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan.


Kejadian ini bermula dari laporan sejumlah masyarakat kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di sebuah unit, Tower Flamboyan, lantai 21, Apartemen Kalibata City, pada Kamis (2/8).


Tersangka seorang perempuan berinisial R dan 1 tersangka berinisial T alias O merupakan agen marketing properti yang memasarkan 17 unit apartemen sebagai tempat prostitusi. Salah satu tersangka berinisial S alias O berperan sebagai mucikari. Dia adalah orang terdepan yang berkomuniaksi dengan calon pelanggan menggunakan aplikasi pesan di internet. 


S dalam aplikasi mengaku sebagai perempuan dan menggoda calon pelanggan serta menawarkan bisa memuaskan calon pelanggan. Dia lalu memberikan foto para PSK dengan tarif Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta sekali cek-in.


Setelah pelangan yakin, kemudian mereka diberi nomor WhatsApp si PSK dan menawarkan sejumlah alternatif. Ketika pelanggan datang, S lantas mengantar ke kamar yang sudah berisi PSK tersebut. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore