
Polisi ungkap kasus prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno khawatir apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan yang kerap dijadikan tempat prostitusi akan membawa dampak negatif dari sisi ekonomi. Terutama, penurunan harga jual unitnya sendiri.
“Kalau ada narkoba dan prostitusi nanti harga properti di situ akan turun, dan kalau turun ekonomi akan turun, dan tempat itu tidak akan bisa membuat satu ekonomi yang membuka lapangan pekerjaan,” ujar Sandi di Jakarta Pusat, Rabu (8/8).
Untuk itu, dia meminta pemilik unit apartemen dan pengelola apartemen bekerja sama agar tidak sembarangan menyewakan unit kepada orang yang tidak bertanggungjawab.
“Kita ingin sampaikan kepada pemilik apartemen hati-hati dalam menyewakan apartemen tempatnya dan pastikan bahwa tidak ada narkoba dan prostitusi di lingkungan tempat mereka berkegiatan,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menyerahkan segala proses hukum ke pihak Kepolisian. Hal itu melihat kedua kasus tersebut sudah terjadi berulang-ulang.
“Kita tegas kalau kita kerja sama dengan Kepolisian tindak tegas siapa yang ikut masuk ke peredaran narkoba dan prostitusi. Sanksinya kita akan tegakkan dengan tegas,” kata Politikus Partai Gerindra itu.
Kasus prostitusi di bawah umur kembali dibongkar aparat kepolisian di Apartemen Kalibata City melibatkan tiga tersangka yang kini berada di sel tahanan Polda Metro Jaya. Terdiri dari dua orang laki-laki dan satu perempuan.
Kejadian ini bermula dari laporan sejumlah masyarakat kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di sebuah unit, Tower Flamboyan, lantai 21, Apartemen Kalibata City, pada Kamis (2/8).
Tersangka seorang perempuan berinisial R dan 1 tersangka berinisial T alias O merupakan agen marketing properti yang memasarkan 17 unit apartemen sebagai tempat prostitusi. Salah satu tersangka berinisial S alias O berperan sebagai mucikari. Dia adalah orang terdepan yang berkomuniaksi dengan calon pelanggan menggunakan aplikasi pesan di internet.
S dalam aplikasi mengaku sebagai perempuan dan menggoda calon pelanggan serta menawarkan bisa memuaskan calon pelanggan. Dia lalu memberikan foto para PSK dengan tarif Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta sekali cek-in.
Setelah pelangan yakin, kemudian mereka diberi nomor WhatsApp si PSK dan menawarkan sejumlah alternatif. Ketika pelanggan datang, S lantas mengantar ke kamar yang sudah berisi PSK tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
