
DISKUSI POLITIK. Prof. Rocky Gerung (berdiri memegang kursi) dan Herzaky M. Putra (duduk) saat prosesi tanya jawab dalam diskusi publik bertema Pemimpin Muda di Pentas Politik Nasional di Warung Upnormal Pontianak, Rabu (1/8).
JawaPos.com - Partai Gerindra dan Partai Demokrat dapat dipastikan mengusung Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kemungkinan besar pendamping Prabowo sebagai calon wakil presiden (cawapres) ialah Agus Harmurti Yudhoyono (AHY). Sementara calon petahana Joko Widodo dinilai tersandera politik internal.
"Polarisasi itu menjadi penting karena sebelum polarisasi justru orang konfrontasi. Tapi sekarang mau konfrontasi apa, orang sudah bisa pilih, Pak SBY dengan Pak Prabowo sudah mengungkapkan keinginannya. Tinggal Pak Jokowi yang masih tersandera politik internal PDIP," terang Rocky Gerung ketika menjadi narasumber diskusi publik bertajuk 'Pemimpin Muda di Pentas Politik Nasional' dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (3/8).
Menurutnya, bloking pentas politik Gerindra dengan Demokrat sudah sangat jelas arahnya. Koalisi tersebut menguntungkan kedua belah pihak lantaran sudah bisa menentukan siapa yang akan maju.
"Polarisasi sudah terjadi, itu sudah menguntungkan. Sudah ada bloking, Gerindra, Demokrat. Jokowi dengan siapa kita belum tahu. Yang diucapkan secara terbuka oleh Pak Prabowo dan SBY adalah AHY. Itu saja kalkulasi yang mau dibuat," paparnya.
Sementara partai lain, kata Pakar Filsafat Universitas Indonesia (UI) itu, belum menentukan sikap. Bisa saja partai-partai tersebut mengusung calon sendiri yang dianggap mumpuni menurut mereka dengan target pemilih masing-masing. Tapi bisa juga ikut berkoalisi dengan partai yang sudah menentukan pilihan.
"AHY sudah diucapkan, tapi dalam pertimbangan politik mungkin PAN, PKS dengan suara Islam dalam 2-3 hari diselesaikan, karena itu tinggal memilih opsinya saja," ulasnya.
Rocky Gerung mengatakan, banyak isu yang mungkin akan terjadi pada pilpres yang berbarengan dengan pileg nanti. Baik itu isu politik uang maupun SARA. Bahkan politik agama dan identitas pasti akan muncul.
Menyikapi isu-isu yang kemungkinan muncul itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melek politik, mengetahui dan paham akan perkembangan politik. Terpenting tidak menelan mentah-mentah isu tersebut. Tapi mesti kroscek kebenarannya, supaya pileg dan pilpres dapat berjalan kondusif.
"Entah muncul dimunculkan atau karena ketidakpuasan, itu pasti ada. Tapi nasib kita juga ditentukan oleh kemampuan mengolah isu identitas itu," pungkas Rocky.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
