
PEMBANGUNAN: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Rapat Kerja Pengendalian Triwulan ke-2 Pemda DIJ di Hotel Inna Garuda Jogjakarta, Rabu (1/8).
JawaPos.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluhkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang tak kunjung selesai. Hal itu berakibat luas, dan menyebabkan tidak efektif dan efisiennya kegiatan para nelayan dalam mengeksplor produk perikanan.
"Sebetulnya sedih pembangunan pelabuhan di Kulon Progo tidak selesai-selesai. Seharusnya Sultan (Gubernur DIJ) minta rapat koordinasi khusus dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan kami, tentukan ini mau diapain," kata Susi dalam sambutannya di Rapat Kerja Pengendalian Triwulan ke-2 Pemda DIJ di Hotel Inna Garuda Jogjakarta, Rabu (1/8).
Pembangunan pelabuhan di selatan Jawa ini, diakuinya memang tidak murah. Karena gelombang lautnya yang sangat besar. "Jadi pembangunan pelabuhannya tidak bisa main-main atau hanya sekedar dermaga saja. Karena biasanya dermaga dalam 5 tahun sudah akan habis," katanya.
Untuk itulah, pembangunan pelabuhan ini harus ada tindakan aktif dari daerah yang berkoordinasi dengan pusat. Melakukan sinergitas, agar proyek tersebut bisa diselesaikan dengan baik.
"Persoalan di pantai selatan semuanya sama, keberadaan pelabuhan, tempat sandar dan landing. Menyebabkan tidak bisa efektif dan efisien untuk para nelayan melakukan kegiatan penangkapannya," katanya.
Antar departemen dan daerah, menurutnya juga harus ada sinergitas. Agar pelabuhan umum dan pelabuhan ikan tak lagi dipisah-pisah.
Sebab, dari pengalamannya, pelabuhan ikan yang dibangun dari departemennya tak bisa dimaksimalkan. Karena tidak adanya fasilitas pendukung lain, seperti jalan utama atau kebutuhan air.
Karena fasilitas pendukung itu sudah masuk dalam kategori program di Kementerian PUPR. Seperti contoh Pelabuhan Untia di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Masyarakat belum bisa pindah ke situ karena air tidak ada, yang membangun fasilitas itu bukan kami juga. Kalau kami minta juga akan lama. Kemudian jalan, mobil mau lewat tidak bisa, bagaimana truk kontainer bisa lewat situ," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ, Bayu Mukti Sasongko mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan kajian ulang dalam rencana dan potensi pelabuhan itu. "Hasilnya baru bisa diketahui tahun depan," katanya.
Kajian itu dibutuhkan untuk mengetahui kembali berapa nilai investasi yang diperlukan. Pihaknya juga meyakinkan, Pemda berkomitmen membangun fasilitas dan sarananya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022