
Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.
JawaPos.com - Polisi terus memburu pelaku dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang nenek Gustinar, 71, di kawasan objek wisata Saribu Rumah Gadang (SRG), Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), pekan lalu. Kasus yang menggegerkan masyarakat ini sontak mendapat sorotan Bupati Solok Selatan, Muzin Zakaria.
Menurut Muzin Zakaria, insiden tersebut jelas mencoreng nama SRG yang sedang gencar dikunjungi wisatawan lokal dan Mancanegara.
"Tentunya kami mengecam perbuatan kejam itu. Apalagi, terjadi di pusat padat penduduk dan wisata daerah. Membangun brand itu tidak mudah. Kita harap, polisi cepat menangkap pelaku," kata Muzni pada sejumlah wartawan di Solok Selatan, Sabtu (14/7).
Peristiwa ini, lanjut Bupati, sekaligus sebagai peringatan, agar semua masyarakat tetap waspada. Kedepan, pihaknya akan menugaskan setiap anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk menggelar patroli rutin, terutama di kawasan objek wisata.
"Saya sudah perintahkan Pol PP patroli sekali dua jam, bukan sekali sehari di lokasi wisata. Ini menyangkut kenyamanan pengunjung juga," tegas Bupati dua periode itu.
Terpisah, Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Agustinus Pigay mengatakan, pihaknya masih terus memburu keberadaan pelaku. "Masih dalam penyelidikan. Untuk pengembangan, kita sudah periksa sejumlah saksi. Perkembangannya pasti kita sampaikan," kata Agustinus Pigay kepada wartawan.
Sebelumnya, masyarakat di kawasan objek wisata SRG, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar digegerkan peristiwa pembunuhan. Seorang nenek ditemukan tewas tertelungkup. Sedangkan adiknya disekap dan mengalami luka-luka tak berdaya di kamar kediamannya.
Peristiwa yang menggemparkan warga SRG terjadi di Jorong Lubuak Jaya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (7/7). Korban Gustinar, 71, ditemukan tertelelungkup dalam keadaan tak bernyawa di dalam rumahnya.
Sementara, adik laki-lakinya, Noviar, 69, yang tinggal serumah dengan korban disekap di dalam kamar. Saat ditemukan, Noviar mengalami sejumlah kaki dan tangannya. Beruntung, nyawa korban yang juga sudah kakek-kakek ini berhasil diselamatkan.
Informasinya, penemuan jasad ini berawal dari kabar masyarakat setempat yang kebetulan lewat di depan rumah korban. Lantas, saksi melihat kaca jendela rumah korban dalam keadaan pecah. Merasa curiga, saksi tersebut lalu mengabarkan pada masyarakat lain dan berbondong-bondong mendatang TKP.
"Saat dilihat warga, korban sudah ditemukan dalam keadaan tertelungkup di ruang tamunya. Warga yang cemas, langsung mengabarkan pada kami," terang Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Agustinus Pigay membenarkan kejadian tersebut pada JawaPos.com, Minggu siang (8/7).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
