
Rektor UNS Ravik Karsidi (ketiga dari kiri) menyerahkan secara simbolisasi LIB kepada Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Gigih Prakoso (keempat dari kiri) saat soft launching, produksi LIB, Jumat (13/7).
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk memproduksi Lithium Ion Battery (LIB). Sebagai awalan, produksi LIB ini akan digunakan sebagai tenaga sepeda motor listrik.
Yang istimewa dari LIB produksi Pertamina dan UNS ini adalah, harga yang relatif murah dengan daya tahan hingga mampu menempuh jarak 100 kilometer dengan biaya hanya Rp 5 ribu saja.
Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Gigih Prakoso menjelaskan, bahwa untuk investasi ini Pertamina sudah menggelontorkan dana mencapai Rp 20 miliar. Pertamina sangat mendukung adanya pengembangan energi baru terbarukan.
Hal ini, sesuai dengan roadmap Pertamina pada 2030 sejalan dan sejalan dengan kebijakan global. Di mana tujuannya adalah, untuk menurunkan kadar emisi melalui penggunaan energi ramah lingkungan. Dan salah satunya adalah penggunaan sepeda listrik.
"Kerja sama ini di mana Pertamina dalam hal investasi dan komersialisasi, sedangkan UNS sebagai pengadaan, teknologi dan memproduksinya. Untuk lebih pada semacam pengembangan teknologi bersama," terangnya kepada JawaPos.com, Jumat (13/7).
Gigih menambahkan, bahwa baterai menjadi isu yang penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Karena, itulah teknologi pembuatan baterai menjadi bisnis yang strategis.
Dan sebagai BUMN energi, Pertamina akan menjadi produsen baterai untuk kendaraan listrik. "Tanpa adanya teknologi pembuatan baterai ini, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produsen negara lain," urainya.
Pada kesempatan yang sama, Senior Vice Presiden Research an Technology Center, Herutama Trikoranto menjelaskan, dalam kerja sama ini nantinya akan dijadikan dalam battery pack. Baterai ini merupakan pengembangan battery pack yang sebelumnya sudah dibuat dan bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
Herutama merinci, bahwa untuk kekuatan satu battery pack ini adalah 3 KWh untuk motor listrik dengan kekuatan 5kW. Ini setara dengan mesin motor dengan pembakaran internal dengan kapasitas 125-150 cc. "Per KWh ini mampu menempuh jarak rata-rata 66-70 kilometer," terangnya.
Sementara itu, Rektor UNS Prof Ravik Karsidi mendukung penuh dengan adanya kerja sama ini. Terlebih, dalam jangka panjang nantinya, Pertamina juga akan memperbesar tingkat produksi hingga tahap pabrik. "Model kerja sama secara bertahap sampai fabrikasi, selain yang selama ini diproduksi," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
