
Ilustrasi: Pemkab Kutai Timur menyetop kegiatan pembangunan infrastruktur. Tujuannya untuk menyelesaikan beban utang daerah.
JawaPos.com - Tidak stabilnya kondisi keuangan daerah sejak beberapa tahun terakhir sangat dirasakan pimpinan Pemkab Kutai Timur (Kutim). Salah satu pemicunya akibat beban utang daerah. Oleh karena itu pemkab berinisiatif untuk fokus terhadap pelunasan utang-utang tersebut.
Sekretaris Daerah Kutim Irawansyah menyatakan, saat ini Kutim masih memiliki utang kepada pihak ketiga sekitar Rp 503 miliar. Pihaknya bertekad fokus melakukan pembayaran pada 2018 ini.
"Kami masih memiliki utang ke pihak ketiga. Tapi, separo sudah dibayar Pemkab Kutim. Mungkin sekitar Rp 200 miliar di APBD murni," jelasnya seusai coffee morning di kantor bupati belum lama ini.
Menurut dia, hingga saat ini, beban utang sudah berkurang sekitar 50 persen. Utang pemkab menjadi sekitar Rp 270 miliar. Nanti di anggaran perubahan dibayarkan untuk menutupi kekurangan.
Lebih lanjut, pemkab menargetkan Juli menjadi skala prioritas dalam membayar utang dan menghentikan sementara pembangunan. "Kami sudah melakukan MoU dengan Bank Jateng. Harapannya, Juli ini semua utang bisa lunas. Paling tidak 2019 sudah selesai total," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
