
(kanan-kiri) Herman Amrullah, Thya Araujo, dan Sholahuddin Alayyubi dari tim Smart Car MCS UGM.
JawaPos.com - Mahasiswa Indonesia kembali mengukir prestasi. Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Araujo berhasil menembus lima besar kompetisi internasional bertajuk Shell Ideas360. Bertanding melawan 3.336 tim dari 140 negara.
Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut sukses mengembangkan Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS). Smart Car MCS ini merupakan mobil pintar yang dapat mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.
Tim ini berhasil lolos hingga tahapan final kompetisi internasional yang diadakan oleh perusahaan Shell. Setiap tahun, lomba diadakan untuk mengundang seluruh ide mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.
Mereka ditantang membuat inovasi baru untuk menghadapi tekanan dunia masa depan. Tahun ini tema pilihan ide mulai energi, makanan, hingga air.
Hebatnya, Herman dan kawan-kawan menjadi tim Indonesia pertama yang berhasil menembus babak final kompetisi bergengsi tersebut. Tim ini menawarkan ide dengan tema energi.
Kepada Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Herman bercerita bahwa dia tertarik dalam pengolahan plastik. Latar belakang ini berangkat dari keprihatinan di lingkungan sekitarnya.
Mahasiswa 22 tahun itu merasa begitu banyak limbah plastik di Indonesia. Begitu mudah menemukan sampah plastik yang berserakan dan mencemari lingkungan.
Itu jadi bukti, plastik belum termanfaatkan dengan baik dan maksimal. Apalagi limbah plastik sudah menjadi permasalahan dunia dari waktu ke waktu, dengan jumlahnya yang terus meningkat.
Dari situ, muncul ide untuk mengubah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Di bawah asuhan dosen pembimbing Hanifrahmawan Sudibyo dan Yano Surya Pradana, tim ini merancang sebuah mobil yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil.
Dia mengakui, proses konversi memang sudah banyak dilakukan akademisi lain, walau dalam skala kecil. Masalahnya terletak pada proses konversi bahan bakar butuh energi yang tidak sedikit.
"Kendalanya energi yang dibutuhkan untuk konversi butuh suhu besar sekitar 500 derajat celsius, ini tidak sebanding dengan minyak atau bahan bakar yang didapat," sebutnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (23/6).
Timnya berpikir untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan dalam proses mengonversi limbah plastik menjadi bahan bakar. Dia menjelaskan, suhu dari panas gas buang kendaraan khususnya mobil dapat mencapai 400–800 derajat celsius.
"Idenya memanfaatkan suhu panas buang knalpot mobil yang bersumber dari mesin langsung. Panas ini kami alirkan ke reaktor tempat pengolahan plastik. Jadi yang kami manfaatkan adalah suhu panas," jelasnya.
Setelah itu, mereka akan menggabungkan suhu panas untuk proses konversi. Mobil pintar ini dilengkapi reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak dua kilogram sampah plastik. Di situlah, proses konversi terjadi. Mobil ini juga memiliki teknologi MCS yang digunakan untuk mengurangi jumlah karbon dioksida (CO2) gas buang pada kendaraan.
"Ketika CO2 dari knalpot dibuang, gas dialirkan ke atas mobil. Kami letakkan tumbuhan microalgae untuk mengurangi jumlah CO2. Jadi, fokusnya pada konversi limbah plastik menjadi bahan bakar baru sekaligus mengurangi emisi gas CO2 yang dihasilkan pada knalpot," jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
