Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juni 2018 | 17.47 WIB

Mengais Rejeki dari Selongsong Ketupat

KETUPAT: Tuminah,70, penjual selongsong ketupat tengah melayani pembeli di Pasar Nangka, Solo, Kamis (21/6). - Image

KETUPAT: Tuminah,70, penjual selongsong ketupat tengah melayani pembeli di Pasar Nangka, Solo, Kamis (21/6).

JawaPos.com - Rangkaian perayaan Lebaran masih berlangsung. Beberapa daerah biasanya menggelar tradisi bernama Bakdan Ketupat. Sesuai namanya, tradisi ini menghadirkan menu utama berupa ketupat.


Makanan khas Lebaran itu disandingkan dengan beberapa jenis sayur. Bisa opor atau lainnya. Seperti halnya di Solo. Di Kota Bengawan, Bakdan Ketupat diadakan setiap hari ketujuh Lebaran. Itu jatuh pada Kamis (21/6) ini.


Hadirnya tradisi tersebut menjadi berkah bagi para penjual selongsong ketupat. Mereka berbondong datang ke Solo dengan membawa ribuan janur kuning. Para pedagang musiman itu biasanya hadir di pasar-pasar tradisional.


Hampir semua pasar tradisional di Solo pasti ada pedagang selongsong ketupat. Mereka kebanyakan bukan dari Solo. Ada yang dari Karanganyar, Salatiga, Bantul, Sukoharjo dan beberapa kota lainnya.


Salah satu pedagang selongsong ketupat adalah Tuminah. Nenek 70 tahun dari Karanganyar itu menjajakan selongsong ketupatdi Pasar Nangka. Tuminah datang ke pasar pukul 03.00 WIB. Dia naik becak bersama suaminya, Darno, 70.


Tuminah tidak membuat selongsongnya sendiri. Melainkan membeli dari pedagang lain. Lalu dia jual kembali dengan harga berbeda. "Biasanya saya beli Rp 7.500 untuk setiap 10 selongsong. Lalu saya jual kembali dengan harga Rp 10.000, " terang Tuminah kepada JawaPos.com, Kamis (21/6).


Selain menjual selongsong, Tuminah juga menjual ketupat yang sudah siap makan. Kalau untuk ketupat isi, Tuminah menjual dengan harga Rp 20 ribu per 10 unit. Tuminah memasaknya sendiri di rumah.


Pedagang lainnya adalah Junaidi, 40. Pria asal Salatiga itu menjajakan dagangannya di Pasar Legi. Dia sudah tiba di pasar sejak beberapa hari yang lalu. Junaidi memang sudah rutin berjualan di Pasar Legi setiap kali Bakdan Ketupat.


Junaidi memasang harga Rp 6.000 untuk setiap 10 selongsong. "Saya membawa tiga ikat janur. Untuk satu ikat bisa jadi 700-an selongsong. Kalau di sini kan sudah banyak pelanggannya," ungkapnya kepada
JawaPos.com.


Salah seorang warga, Wati, 48 mengatakan, harga selongsong ketupat memang bervariasi. Meski begitu untuk mengikuti tradisi, dirinya pun tetap membeli dan memasaknya di rumah. "Tadi saya dapat harga Rp 15 ribu. Tapi ya sudahlah tidak apa-apa, kan setahun sekali," ungkapnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore