
SD (kiri) saat dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bontang, Senin (18/6).
JawaPos.com - Dua hari lalu beredar kabar seorang gadis remaja usia 14 tahun, sebut saja Mawar, diculik dan disetubuhi pemuda berinisial SD, 17. Dari hasil penyelidikan polisi, rupanya Mawar mengaku hanya pura-pura diculik.
Mawar membohongi keluarganya lantaran takut dimarahi jika pulang ke rumah larut malam selepas memadu kasih dengan SD. Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti menuturkan, Mawar dan SD diketahui menjalin kasih sejak berkenalan di jejaring Facebook pada 11 Juni lalu.
Empat hari menjalin asmara via online, keduanya dirundung rasa penasaran ingin bertemu. Akhirnya, dua sejoli ini pun memutuskan untuk bertemu Sabtu (16/6) lalu, di hari kedua Lebaran.
"Pertemuan disepakati di rumah tersangka SD, di wilayah Kelurahan Tanjung Laut, belakang Gedung Aini Rasyifa," ujar Siswanto dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Grup), Kamis (21/6).
Biasanya, pada perayaan hari raya Lebaran, Mawar membantu ibunya menjual bunga di dekat pemakaman. Sekira pukul 10.00 Wita, Mawar tiba-tiba pamit untuk membeli cokelat, di warung tak jauh dari tempat ia berjualan.
Usai membeli cokelat, Mawar langsung menuju ke rumah SD di wilayah Tanjung Laut. "Sebelum membeli cokelat, keduanya memang sudah janjian untuk bertemu," terang Siswanto.
Setibanya di rumah SD, pemuda yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penculikan dan pencabulan anak di bawah umur itu, mengajak Mawar ke rumah kakaknya. Rumah kakak SD berada di belakang SMP Negeri 2 Bontang.
Dengan alasan lelah, SD langsung masuk kamar dan mengajak Mawar. Di sanalah nafsu SD memuncak. Apalagi, Mawar juga ikut berbaring di samping SD.
Tiba-tiba timbul keinginan berhubungan badan layaknya suami-istri. Akhirnya SD mendekati Mawar dan memeluknya sambil mengajak berhubungan intim.
"Saat itu, tersangka (SD) berjanji jika korban (Mawar) hamil, maka tersangka akan bertanggung jawab," kata Siswanto.
Keduanya pun berhubungan intim di kamar tersebut. Hingga malam tiba, korban masih berada di rumah tersebut dan tidak berani pulang.
"Karena takut pulang, tersangka meminta korban untuk bermalam di rumah itu," imbuh Siswanto.
Saat ketakutan itulah korban menelpon salah satu keluarga di Sulawesi untuk meminta uang Rp 500 Juta. Hal itu dilakukan sebagai dalih agar korban tidak dimarahi orang tuanya.
"Jadi, korban sendiri yang menelepon keluarganya di Sulawesi bahwa dia menjadi korban penculikan dan meminta uang tebusan Rp 500 juta. Jadi, bukan inisiatif tersangka," terangnya.
Keluarga korban pun panik, karena hingga malam Mawar belum juga pulang. Keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
