
Warga menunggu kepastian soal korban KM Sinar Bangun. Karena ada keluargaanya yang jadi penumpang di kapal tersebut.
JawaPos.com - Kapal motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Toba Samosir, tujuan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, terbalik di perairan Danau Toba kemarin sore (18/6). Kapal kayu itu mengangkut penumpang yang diperkirakan lebih dari 80 orang dan sepeda motor sebanyak 20 unit.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tewas, hilang, maupun yang bisa diselamatkan masih simpang siur. Dua media Jawa Pos Group, Sumut Pos dan Metro Siantar, terus mengontak pihak-pihak terkait. Namun, belum mendapatkan konfirmasi mengenai perincian jumlah korban. Juga belum ada keterangan tentang manifes.
Kepala Basarnas Parapat Torang M. Hutahean yang dikonfirmasi via telepon seluler menjelaskan, pihaknya bersama pihak kepolisian masih melakukan upaya pencarian di tengah perairan Danau Toba. "Benar, ada kejadian tersebut. Mohon sabar ya, Bang. Kami masih melakukan upaya pencarian," ujarnya.
Berdasar informasi sementara, setidaknya 19 orang selamat. Satu penumpang tewas adalah seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui. Sebagian yang selamat dirawat di RSU dr Hadrianus Sinaga Samosir. Sebagian lainnya masih dirawat di Puskesmas Tigaras.
Insiden itu terjadi pada pukul 17.30 atau sekitar setengah jam setelah kapal tersebut meninggalkan Simanindo menuju Tiga Ras. Hernando, salah seorang penumpang selamat, menceritakan bahwa kapal sempat dipenuhi air di bagian bawah. "Kapal kemudian mulai oleng dan tiba-tiba terbalik," katanya kepada polisi yang mewawancarai.
Hernando menambahkan, saat kejadian angin dan ombak sangat kencang. Sedangkan kapal sangat padat penumpang dan kendaraan roda dua. "Diperkirakan, penumpang lebih dari seratus orang," ucap pria yang masih dirawat di RSU dr Hadrianus Sinaga itu.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos menyebutkan, sebuah kapal feri yang melintas di lokasi kapal terbalik sekitar pukul 18.00 berhasil menyelamatkan sejumlah penumpang. Para kru kapal melemparkan belasan pelampung ke tengah-tengah sejumlah penumpang yang terlihat berjuang menyelamatkan nyawanya di tengah gempuran ombak dan angin.
Salah satu korban yang berhasil diselamatkan ialah Santika, seorang ibu hamil berusia 20 tahun. Dia juga dirawat di RSU Hadrianus Sinaga, tapi belum bisa ditemui karena masih trauma. Apalagi, suami korban belum ditemukan.
Sepekan sebelumnya, persisnya pada 13 Januari lalu, sebuah kapal kayu juga tenggelam di perairan Sulawesi Selatan. Sebanyak 13 nyawa melayang akibat kecelakaan itu.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
