
RAME: Suasana di Bandara Abdulrachman Saleh. Pengumuman di sini disampaikan dalam bahasa Jawa.
JawaPos.com - Ada yang berbeda di Bandara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (14/6). Jika biasanya, pemberitahuan bagi penumpang yang disampaikan oleh announcer, menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia, namun tidak di bandara tersebut.
Uniknya, pengumuman bagi penumpang itu juga disampaikan dalam bahasa daerah, bahasa Jawa. Begini salah satu kutipan pengumuman yang ada di Abdulrachman Saleh.
'Nyuwun kawigatosipun. Ngaturaken pamengkasan kagem penumpang Citilink, ingkang nomer penerbangan (sebutkan nomor penerbangan), tujuan Jakarta. Para kasumangaaken enggal-enggal minggah motor mabur. Matur nuwun'.
Arti pengumuman itu adalah, mohon perhatian bagi penumpang Citilink dengan nomor penerbangan tujuan Jakarta. Para penumpang dipersilahkan segera naik pesawat. Terima kasih.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh, Suharno, menjelaskan, pengumuman dalam bahasa Jawa ini sudah diberlakukan sejak enam bulan belakangan. Alasannya, karena penumpang yang datang dan pergi dari Malang ini terdiri dari semua lapisan. Mulai dari pengusaha, kaum cendekiawan hingga orang desa.
Sehingga, tidak semua mengerti arti bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Terutama bagi penumpang yang berada dari desa.
"Namanya pengumuman kan harus memberikan informasi yang jelas. Jika penerima pengumuman tidak mengerti bahasanya kan ya tidak bermanfaat," kata Suharno, kepada JawaPos.com.
Selain itu, dengan menggunakan bahasa daerah sebagai pengumuman di Bandara, menurut dia, sama artinya dengan nguri-uri budaya Jawa. Dengan begini, lanjut dia, Bandara juga ikut melestarikan penggunaan bahasa Jawa.
Dia menambahkan, pernah membaca berita mengenai penggunaan bahasa Jawa sebagai pengumuman di bandara Dubai. Menurut dia, jika bandara di luar negeri saja concern terhadap bahasa Jawa, seharusnya orang daerah juga lebih perhatian. "Saya belum pernah membuktikan langsung (pengumuman berbahasa Jawa di bandara Dubai)," imbuhnya.
Dia menambahkan, penggunaan bahasa Jawa ini mendapatkan respon positif bagi penumpang. Banyak yang mengaku puas dengan inovasi ini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
