
Manifes korban kapal tenggelam yang meninggal dunia, di perairan Makassar, Rabu (13/6).
JawaPos.com - Sebanyak 13 korban ditemukan tewas dalam insiden tenggelamnya kapal muat penumpang (KM) Arsita di perairan Makassar, Rabu (13/6) siang. Para korban rata-rata ditemukan tim gabungan evakuasi, Basarnas TNI AL dan Kepolisian. Kondisi korban mengapung di atas perkumakaan air perairan Makassar.
Sejauh ini belum ada data pasti manifest keseluruhan pemumpang yang diangkut kapal jenis kayu itu. Kapal sedianya menyebrang dari pelabuhan Paotere Makassar menuju pulau Barrang Lompo.
Data sementara yang tercatat di Posko Ante Mortem Biddokes Polda Sulsel, di Rumah Sakit (RS) Jala Ammari TNI AL, Jalan Santando, Makassar, sebanyak 13 orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, korban meninggal didominasi penduduk asli pulau Barrang Lompo. Para korban sebagian besar adalah perempuan.
"Mereka ini dari pulau, ke Makassar untuk belanja kebutuhan-kebutuhan Lebaran seperti itu. Jadi mereka tumpangi kapal ini," kata Dicky di sela-sela pendataan penumpang di RS Jala Ammari, TNI AL, jalan Satando, Makassar.
Sejauh ini, beber Dicky, jumlah penumpang keseluruhan diangkut kapal itu sama sekali belum bisa diketahui. Kapal ini diketahui, tidak terdaftar secara resmi.
"Datanya sementara seperti itu. Kita sama sekali belum bisa pastikan karena tim masih selidiki sekalian juga proses pencarian tidak berhenti," ujarnya.
Berikut data sementara total penumpang yang dinyatakan meninggal dunia.
1. Rita 31 tahun, perempuan, Cambayya, Lorong 7, Makassar
2. Asriani 6 tahun, perempuan, Pulau Barrang Lompo
3. Marani, 48 tahun, perempuan, Pulau Barrang Lompo
4. Marwah, 42 tahun, perempuan, Pulau Barrang Lompo
5. Rahman, 6 tahun, laki-laki, Pulau Barrang Lompo
6. Dalima, 46 tahun, perempuan, Pulau Barrang Lompo
7. Nio, 50 tahun, perempuan, Pulau Barrang Lompo
8. Arsan, 1 tahun, laki-laki, Pulau Barrang Lompo
9. Siti Aminah, perempuan, Pulau Barrang Lompo
10. Rahmawati, perempuan, Pulau Barrang Lompo
11. Harini, perempuan, Pulau Barrang Lompo
12. Rusdiana, perempuan, Pulau Barrang Lompo
13. Suryani, perempuan, Pulau Barrang Lompo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
