
Ilustrasi
JawaPos.com – Mayat Aladin, 40, salah satu komplotan perampok sadis, ditolaj keluarganya untuk dimakamkan di Desa Melati Agung Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur. Aladin tewas ditembak mati petugas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Senin (11/6).
Pihak keluarga pun membuat surat pernyataan untuk menolak menerima mayat tersangka. Akibatnya, jenazah pun langsung diambil alih oleh Pemkab OKU untuk dimakamkan secara Islam.
“Kami sudah rapatkan dan akibat penolakan ini kami ambil alih pemakaman dan akhirnya dikebumikan di TPU Terukis Kecamatan Martapura,” kata Bupati OKU Timur, Kholid Mawardi saat memberikan keterangan pers, Senin (11/6).
Dengan kejadian ini, ia dan jajaran Pemkab OKU Timur akan terus mendukung Polres OKU Timur untuk memberantas tindak kejahatan. Tak peduli siapapun, jika meresahkan warga makan langsung ditindak tegas.
“Memang komplotan jenazah ini sangat meresahkan warga. Karena itu, saya meminta masyarakat juga mendukung langkah yang dilakukan Polres OKU Timur,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya juga membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, ditolaknya jenazah perampok sadis ini dikarenakan keluarga malu apalagi yang dirampok tersebut merupakan tetangganya sendiri.
“Karena itu, baik pihak keluarga maupun warga setempat tidak menerima mayat ini,” katanya.
Keluarga tersangka pun sudah berulang kali mengingatkan tersangka untuk bertobat terutama merampok tetangga sendiri. Namun, hal ini tidak didengarkan tersangka. Hingga akhirnya tersangka ditembak mati saat akan ditangkap.
“Tersangka akhirnya dimakamkan di TPU Terukis Kecamatan Martapura,” tutupnya.
Seperti diketahui, Dua perampok sadis yakni Aladin, 40, warga Desa Melati Agung Kecamatan SS III Kabupaten OKU Timur, dan Romlan, 42, warga Desa Wonotirto Kecamatan Belitang 1 Kabupaten Oku Sumsel, terpaksa ditembak mati oleh petugas kepolisian karena malawan saat akan ditangkap.
Kedua perampok tercatat sudah tiga kali melakukan perampokan sadis yang korbannya merupakan bos karet, bos sapi yang merupakan tetangganya sendiri,” tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
