
Aksi Solidaritas Bela Wartawan Radar Bogor di Bunderan HI, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).
JawaPos.com - Penggerudukan terhadap Kantor Radar Bogor yang dilakukan simpatisan PDIP Bogor kembali terjadi pada Jumat (1/6). Bahkan aksi yang dilakukan bertepatan dengan hari lahir Pancasila kemarin didampingi tokoh PDIP, termasuk di antaranya anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka.
Aksi pertama simpatisan PDIP pada Rabu (31/5) diketahui disertai dengan pemukulan dan perusakan properti kantor. Hal ini membuat para Forum Pekerja Media geram pada langkah lamban kepolisian yang belum mengusut tuntas penggerudukan yang pertama.
Selain itu, mereka juga menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Sabtu (2/6) agar kejadian yang menimpa rekan-rekan Radar Bogor tidak terulang kembali. Padahal kegiatan tersebut sudah melanggar hukum dan mengancam kebebasan pers.
"Atas peristiwa itu, kami mendesak Pimpinan PDIP menyerukan kader dan simpatisannya agar berhenti melakukan penggerudukan dan kader yang terbukti melakukan pelanggaran hukum diberikan sanksi terberat," ujar Ketua FPSM Independen, Sasmito di sela-sela orasi, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).
Menurutnya, perbuatan intimidasi, pemukulan staf, dan pengerusakan alat-alat kantor adalah pelanggaran hukum yang dapat dikategorikan perbuatan pidana yang sangat mengancam demokrasi dan kebebasan pers. Sikap tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang baru diperingati 1 Juni 2018.
"Kami mengecam keras pernyataan anggota DPR Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto yang menyatakan 'kalau di Jawa Tengah itu kantor sudah rata dengan tanah'. Pernyataan tersebut pernyataan antidemokrasi kebebasan pers. Selain itu, bisa memicu kekerasan lanjutan yang dilakukan oleh kader atau simpatisan kepada media-media yang berbeda pendapat," tegasnya.
Sasmito meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera memerintahkan anggotanya mengusut tuntas peristiwa tindakan menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik, penggerudukan, penganiayaan dan juga pengrusakan kantor yang dilakukan oleh orang yang mengatasnamakan diri dari PDIP, tanpa harus menunggu pelaporan atau pengaduan dari pihak korban.
"Ayolah Ketua Dewan Pers proaktif berkomunikasi dengan pihak kepolisian, mendesak pengusutan lebih lanjut dari tindakan penggerudukan dan kekerasan terhadap Radar Bogor," tutur Sasmito.
Aksi diikuti oleh beberapa forum pekerja media, antara lain Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Serikat Pekerja Lintas Media (SLPM) Jakarta, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers guna menggalang aksi solidaritas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
