
Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, usai peringatan Hari Tanpa Tembakau se Dunia di Taman Film, Bandung, Minggu (27/5).
JawaPos.com - Pejabat sementara (Pjs) Kota Bandung, Muhammad Solihin mengungkapkan, kebutuhan utama masyarakat Bandung bukanlah makanan. Bagi masyarakat Bandung, makanan merupakan kebutuhan yang berada di nomor urut ketiga.
Hal itu diungkapkan Muhammad dalam peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang digelar Pemerintah Kota Bandung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, di taman Film, Bandung, Minggu (27/5).
"Kebutuhannya yang pertama pulsa, karena seuer anu selfi tea di mana-mana (banyak yang hobi berswafoto di mana-mana). Kedua rokok dan makanan itu nomor tiga," jelas Solihin.
Dalam hal ini, perokok Kota Bandung cukup banyak. Sehingga Pemkot dan Dinkes Bandung bersinergi untuk menciptakan Bandung tanpa rokok dan bahayanya. Namun, untuk merealisasikan langkah itu harus melalui beberapa proses yang cukup panjang juga ketegasan. Sehingga saat ini, pihaknya gencar mensosialisasikan 'katakan tidak untuk rokok'.
Dengan adanya informasi masyarakat Bandung lebih mengutamakan rokok dibanding makan dan minum, hal ini menurut Solihin sangat memprihatinkan. Maka, harus benar-benar dihilangkan baik dari segi pola pikir masyarakat juga tindakkannya.
"Ini kondisi yang sangat memprihatikan karena solah-olah gini, orang lebih baik tidak makan minum daripada tidak merokok. Dan ini kondisi yang harus kita hilangkan," ujarnya.
Setelah adanya jadwal Selasa tanpa rokok, Pemkot Bandung pun mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 315 Tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok di Kota Bandung. Diharapkan dengan Perwal tersebut, akan ada suatu perubahan pola pikir masyarakat terhadap rokok. Perwal Kota Bandung sudah diterapkan, begitupun dengan pelaksanakaannya.
"Nah ini harus menggema ke seluruh warga kota. Tidak hanya di instansi pemerintah. Saya pun berharap, pemerintah Bandung bisa melaksanakan anti rokok ini setiap hari. Bukan hanya di kantor tapi juga di lingkungannya," jelasnya.
Gerakan ini terus disosialisasikan, karena rokok tidak sama sekali memiliki zat yang bermanfaat. Semua zat yang terkandung dalam rokok akan menimbulkan penyakit. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun akan terserang dari asap yang dihirupnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
