
Tim Rescue Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Afif Susmawardi.
Ingatan Afif Susmawardi masih kencang saat ditanya bagaimana dirinya menapakkan kaki di Singapura pada 2014. Di Negeri Singa itu, Afif mengharumkan nama Indonesia.
Afif Susmawardi Berlaga di Ajang Rescue Asia Pasifik
Tidak mudah menaklukkan kompetisi tingkat Asia Pasifik tersebut. Rival negara yang terlibat pun tangguh-tangguh. ”Nama acaranya Singapore Civil Defense (SCDF, Red). Di Singapura seminggu,” ujar Afif.
Dalam kompetisi itu, terdapat tiga jenis perlombaan. Yakni, braveheart challenge, traffic accident, serta mixed grup high and ground rescue. Tuan rumah menjadi rival tangguh. Menurut Afif, tuan rumah akan mencari cara supaya menang.
Pria kelahiran Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, itu menyebutkan bahwa SCDF digelar setiap tahun. Namun, tahun ini, kompetisi tersebut absen dihelat. ”Sebab, tempat perlombaan di Singapura sedang direnovasi. Workshop tetap ada meski tanpa lomba,” jelasnya.
Ketika itu, Singapura keluar sebagai juara umum. Sementara itu, tim dari Indonesia hanya mengambil dua jenis perlombaan. ”Peringkat kedua high and rescue serta braveheart challenge,” imbuhnya.
Tidak mudah untuk bisa didapuk menjadi delegasi tim rescue Indonesia. Ada seleksi rumit. Sulitnya bukan main. Mulai seleksi tingkat markas di masing-masing sudin hingga nasional. ”Ketat. Tidak asal terpilih,” kenangnya.
Afif menaklukkan tahap demi tahap. Alhasil, tiket berlaga di Negeri Singa dapat direbut. ”Yang berangkat ke Singapura waktu itu hanya empat orang setelah proses seleksi panjang di Pusdik Ciracas, Jakarta Timur,” terangnya.
Kini, status mantan peserta SCDF 2014 benar-benar tersemat di pundak Afif. Rasa bangga dan haru beradu. Merebut ruang di hatinya. Meski begitu, dia mengakui harus tetap belajar. Dia menyatakan, sosok tim rescue harus pandai menyemai hingga merawat pengalaman dan ilmu. Pengalaman di lapangan membuatnya belajar banyak hal.
Afif terdiam sejenak. Dia mengatakan tidak pernah membayangkan bisa menyapa atmosfer Singapura. ”Ya karena bekerja sebagai tim rescue. Saya sangat bersyukur,” katanya, lantas memejamkan mata.
Pengalaman yang tidak terlupakan ketika dia memahami bahwa pekerjaan rescue bukan hal gampang. Di luar Indonesia, pekerjaan sebagai rescue sangat dihargai. ”Semoga ke depan di Indonesia, pekerjaan rescue juga bisa dihargai,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
