
Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puja Nugroho (kanan)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan maraton kepada mantan dan anggota DPRD Sumatera Utara terkait kasus suap mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Pemeriksaan digelar selama tiga hari di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Sejak Selasa (22/5) hingga Kamis (24/5), penyidik KPK sudah memeriksa setidaknya 71 orang. Di hari terakhir, 26 mantan dan anggota DPRD Sumut hadir dalam pemeriksaan. Ditambah satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Ada satu ASN tapi dia hanya membantu kelengkapan berkas anggota dewan yang diperiksa," ujar Sumanggar Siagian, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut.
Selama di Sumut, kata Sumanggar, KPK menurunkan 14 orang penyidiknya. Kejati hanya bertugas sebagai penyedia fasilitas ruangan kepada KPK. "Pemeriksaan dilakukan di lantai tiga," katanya.
Dalam pemeriksaan hari ini, sejumlah anggota DPRD lebih memilih diam dan menghindari para awak media yang melakukan peliputan. Baskami Ginting salah satunya. Setelah keluar dari ruangan penyidik, yang bersangkutan langsung bergegas masuk ke mobil dan menolak meladeni wartawan.
Pemeriksaan digelar sejak pagi tadi. Hingga pukul 15.00 WIB, hanya beberapa dari terperiksa yang keluar dari Kejati Sumut. Sebagian lagi masih diperiksa KPK.
Sebelumnya dalam siaran persnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah memeriksa lebih dari 200 saksi baik di Jakarta, Mako Brimob Polda Sumut dan Kejati Sumut. Pemeriksaan itu masih berkutat pada kasus suap Gatot Pujo Nugroho.
Sampai saat ini, kata Febri, total pengembalian uang suap dari saksi mencapai Rp4,35 miliar yang telah disita KPK yg berasal dari penyidikan terhadap 38 tersangka anggota DPRD Sumut.
"Pengembalian uang ini akan dipertimbangkan sebagai alasan meringankan dalam penanganan perkara," pungkas Febri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
