Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Mei 2018 | 22.26 WIB

Mengenang Reformasi Lewat Pameran Foto

Seorang pengunjung memperhatikan foto-foto sejarah 1998 yang dipajang di Kampus AMIK MBP, Selasa (8/5). - Image

Seorang pengunjung memperhatikan foto-foto sejarah 1998 yang dipajang di Kampus AMIK MBP, Selasa (8/5).

JawaPos.com - Pameran foto digelar di kampus AMIK MBP Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ratusan foto terpajang di partisi yang disusun di dalam lobi dan lorong kampus.


Foto-foto itu menggambarkan tentang peristiwa reformasi pada 1998 silam. Ada foto yang menunjukkan aksi unjuk rasa di Jakarta. Saat itu para mahasiswa yang tergabung dalam lintas organisasi menuntut agar pemerintahan Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto lengser.


Beberapa wajah tokoh gerakan 1998 menghiasi bingkai-bingkai berwana hitam berukuran 12 inchi. Para mahasiswa dan undangan melihat secara detail dan mencoba mencari tahu sejarah peristiwa berdarah pada 20 tahun silam.


Foto-foto tersebut memang sengaja di pasang sebagai bagian dari pameran yang digelar Persatuan Nasional Aktivis (Pena) '98. Ada sekitar 300 foto yang terpajang.


Jika diresapi lebih dalam, foto-foto itu bikin merinding siapa pun yang melihatnya. Dari beberapa foto menggambarkan bagaimana kelompok mahasiswa berhadapan langsung dengan TNI-Polri kala itu.


"Ya, cukup mengerikan juga. Kami harus belajar dari perjuangan mahasiswa dulu. Bagaimana mereka secara masif melakukan unjuk rasa untuk menggulingkan rezim," kata Jafar, seorang pengunjung, Selasa (8/5).


Presidium Nasional PENA'98 Nicodemus Sitanggang menjelaskan, pameran foto ini memang sengaja digelar. Tujuannya untuk mengingatkan bahwa sejarah reformasi adalah tonggak perubahan luar biasa di Indonesia.


Tidak hanya mahasiswa, pameran juga ditujukan untuk masyarakat agar terus mengingat peristiwa reformasi. "Secara khusus untuk pemerintah. Hingga saat ini kami terus mempertanyakan komitmen dalam penanganan kasus 98 yang menewaskan puluhan mahasiswa," ujarnya.


Bagi PENA'98, efek nyata dari gerakan tersebut adalah kebebasan yang dirasakan langsung masyarakat. Kini, masyarakat memiliki kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan juga mengkritik pemerintah tanpa adanya ketakutan akan mendapat intimidasi.


"Kami menegaskan untuk alasan apapun, kami tak mau kembali ke Orde Baru. Cita-cita reformasi belum sepenuhnya tercapai. Sehingga harus terus diawasi dan dikawal," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Foto Sadam Husein Simatupang mengatakan Pameran foto di AMIK MBP akan digelar hingga 21 Mei 2018. Mereka berharap foto-foto ini dapat menggugah semangat masyarakat untuk tetap mengawal cita-cita reformasi yang bertujuan menyejahterakan masyarakat. "Kami ingin pengorbanan para mahasiswa tetap dikenang dan tidak dilupakan," harapnya.


Seperti diketahui, unjuk rasa yang digelar para mahasiswa pada 1998 berhasil menggulingkan rezim Orde Baru. Presiden Soeharto mengumukan pengunduran dirinya pada Kamis, 21 Mei 1998. Pengumuman disampaikan Soeharto di Istana Merdeka, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB. Wakil Presiden B.J Habibie menjadi Presiden Indonesia.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore