
ARAK-ARAKAN: Rombongan siswa diminta menuntun motor masing-masing hingga Mapolrestabes Semarang, Kamis (3/5).
JawaPos.com - Setidaknya ratusan siswa-siswi berseragam putih abu-abu diamankan oleh kepolisian sektor Semarang Selatan dan Polrestabes Semarang setelah melakukan arak-arakan menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, Kamis (3/5) sore. Mereka dihentikan paksa lantaran dinilai mengganggu kenyamanan berkendara pengendara lain.
Menurut pantauan, para pelajar tersebut sedang melakukan konvoi kelulusan mereka. Nampak dari mereka mengenakan seragam penuh coretan cat pilox. Tak sedikit dari mereka yang berkendara tanpa menggunakan helm.
Masih menurut pantauan JawaPos.com di lapangan, mereka bergerak dari arah Jalan Dr. Cipto menuju arah Lapangan Simpang Lima melalui perempatan SMPN 2 Kota Semarang. Sepanjang jalan, tak sedikit dari mereka yang kemudian bersitegang dengan pengendara lain lantaran aksi beberapa dari siswa-siwi tersebut nekat melanggar marka jalan.
Sesampainya di bundaran Simpang Lima, ternyata aksi ini sudah dipantau oleh sejumlah personel kepolisian. Di depan Ace Hardware para siswa tersebut mulai dicegat dan dihentikan paksa. Banyak dari mereka yang mencoba memutar balik, namun berhasil dicegah.
Saat sekitar belasan murid sedang diperiksa, muncul puluhan lain yang ikut terJaring razia. Pemeriksaan pun berlanjut sekitar 10 menit hingga akhirnya datang rombongan konvoi lain dari arah Jalan Ahmad Yani. Langsung saja para pelajar tersebut ikut diamankan petugas.
Lewat pantauan, mereka berjumlah puluhan dan dari sekolah yang berbeda dengan rombongan awal. Bersama gerombolan pertama, diperiksalah barang bawaan mereka mulai yang tersimpan di dalam tas hingga jok motor.
Sementara Kapolses Semarang Selatan Kompol Dedy Mulyadi mengatakan, jajarannya telah memantau pergerakan siswa-siswi tersebut di sejumlah titik jalan raya. Pihaknya akhirnya harus melakukan tindakan tegas lantaran rombongan konvoi ini dinilai sudah mengganggu kenyamanan berkendara pengguna jalan raya lainnya.
"Kami paham karena ini bertepatan dengan pengumuman kelulusan SMA/SMK. Kami pantau tapi mereka lama-lama malah menghiraukan kepentingan pengendara lain.
Ia pun menyebut bahwa dari pihak sekolah sebetulnya sudah ada tindakan preventif. Yakni dengan tidak mengharuskan siswa-siswinya datang ke sekolah, lantaran pengumuman kelulusan dilakukan melalui sistem online.
"Ya tapi yang namanya anak muda ya, terjebak euforia. Tetap saja datang ke sekolah sampai konvoi segala ke jalan. Ini juga bagian dari operasi patuh ya, karena kita lihat banyak dari mereka tak pakai helm dan melanggar aturan lalu lintas lain," imbuhnya saat ditemui di lokasi.
Kapolsek menjelaskan, para siswa-siswi ini rencananya akan dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk didata dan diberikan pembinaan. Selain diangkut menggunakan truk dalmas, beberapa dari mereka diminta menuntun motor masing-masing hingga Mapolrestabes.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
