Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 April 2018 | 18.11 WIB

Warung Rica Entok Makan Legendaris yang Berusia 27 Tahun di Malang

Rica-rica entok yang eksis sejak tahun 1991. - Image

Rica-rica entok yang eksis sejak tahun 1991.

JawaPos.com - Makanan yang berbahan dasar daging ayam, ikan dan bebek tentu sering dijumpai. Namun, tidak banyak makanan olahan berbahan dasar entok atau mentok dalam bahasa Jawa.


Pasalnya, daging unggas yang masih satu bersaudara dengan bebek ini cenderung amis. Tetapi, jika anda ingin mencicipi masakan daging entok, bisa datang ke salah satu warung yang ada di Karangploso, Kabupaten Malang.


Karena, warung itu menyajikan rica-rica entok. Bagi yang suka pedas juga bisa datang ke warung itu. Dimana daging entok memiliki rasa pedas yang disajikan dengan daun kemangi yang segar. Hal itu pun menambah selera makan.


Warung rica-rica entok ini didirikan oleh Katiyah, 60. Kuliner ini bisa dikatakan sebagai salah satu kuliner legendaris. Pasalnya, sudah eksis sejak tahun 1991. Artinya sudah berusia 27 tahun.


Saat ini, usaha kuliner yang berlokasi di sekitar Pasar Karangploso ini, dijalankan oleh anaknya, Anita Susanti, 38.


Satu porsi rica-rica entok ini, disajikan terpisah dengan nasinya. Potongan daging entok yang lembut, kesat dan tidak amis dipadu dengan kuah santan yang tidak terlampau kental.


Rasanya pedas, semakin nikmat dengan taburan bawang merah goreng gurih renyah. Sebagai pelengkap, juga ditambahkan rebusan daun pepaya. Berbeda dengan biasanya, daun pepaya ini rasanya tidak pahit.


Di sela melayani pembeli, Minggu (29/4), Anita bercerita. Awalnya, Katiyah tidak berjualan rica-rica entok. Namun, warung yang sudah berdiri tahun 1990 itu berjualan makanan tradisional lainnya. Misalnya saja nasi campur, rawon dan soto.


Kemudian, salah satu kerabatnya yang pulang dari Manado meminta Katiyah untuk berjualan rica-rica entok. "Usul ini awalnya diragukan, karena saat itu, jenis makanan ini masih belum familiar di lidah orang Jawa," katanya Minggu (29/4).


Namun, Katiyah tetap saja mencoba menjualnya. Tak dinyana, menu baru ini justru melesat dan menjadi primadona. Rasanya yang nikmat, daging yang empuk dan rasa yang tidak amis menjadi daya tarik.


"Begitu coba dijual ternyata yang suka banyak. Jadi diputuskan terus berjualan dan jadi andalan di warung," kata Anita.


Ibu tiga anak ini bercerita, dalam sehari dia membutuhkan 30 kilogram daging entok. Dagingnya, didapatkan dari peternak unggas di kawasan Pakis, Kabupaten Malang.


Dalam sehari, warung sederhana itu tidak pernah sepi. Mereka melayani sekitar 100 pelanggan yang berkeinginan menikmati rica-rica entok.


Pelanggannya bukan hanya warga dari Malang Raya saja. Di hari libur, konsumennya datang dari luar kota dan wisawatan yang akan berlibur ke Kota Batu.


Bahkan, ada juga wisawatan asing yang penasaran dan mencoba menikmati rica entog. Pernah datang sepasang wisatawan asing dari Jepang yang makan di sini.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore