Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 April 2018 | 19.27 WIB

Kios Penampungan Pedagang Pedagang Pasar Ateh Diundi

Pedagang korban kebakaran Pasar Ateh saat pencabutan nomor lot kios penampungan. - Image

Pedagang korban kebakaran Pasar Ateh saat pencabutan nomor lot kios penampungan.

JawaPos.com - Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, terbakar pada 30 Oktober 2017. Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi lantas membangun pasar penampungan untuk pedagang yang terdampak kebakaran. Kini proses pembangunannya hampir rampung. Kios untuk pedagang pun mulai dibagi.


Penentuan kios untuk para pedagang dilakukan dengan cara diundi. Sehingga tidak satupun dari ratusan pedagang bisa memesan atau meminta petak kios penampungan mana yang mereka suka.


Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bukittinggi M Idris mengatakan, proses undian atau cabut lot dilakukan atas permintaan pedagang. Serta kesepakatan dengan Pemkot Bukitinggi.


Hal itu juga untuk menghindari kecemburuan di antara pedagang. "Alhamdulillah, proses undian yang kami gelar sehari penuh dengan ratusan pedagang kemarin berjalan lancar tanpa kendala," kata Idris, Rabu (25/4).


Sedikitnya 697 pedagang yang ikut mencabut lot untuk pemilihan tempat di kios penampungan. "Lotnya kami sebanyak itu. Dengan catatan, yang mencabut mesti yang bersangkutan dan memakai kios tanpa perwakilan. Lot diundi dan disaksikan langsung bersama-sama," ujarnya.


Meski begitu, kios penampungan yang dapat ditempati langsung baru berjumlah sebanyak 528 unit. Sehingga pedagang yang mendapat nomor dari 528 hingga 697, diminta untuk bersabar sampai proses pembangunan kios penampungan selesai dibangun seluruhnya. "Proses pembangunan terus berlanjut. Kami mengupayakan semuanya beres jelang Ramadhan," tutur Idris.


Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias berharap masyarakat sabar. Apalagi proses pembangunan Pasar Ateh telah mulai dilaksanakan. Rencananya, bangunan baru Pasar Ateh rampung pada Desember 2019. "Pemkot terus berupaya secepat mungkin Pasar Ateh kembali dibangun. Itu tentu butuh proses. Kami harap masyarakat pedagang sabar," ucap Ramlan.


Seperti diketahui, kebakaran Pasar Ateh meluluhlantakkan sebanyak 1.190 unit toko dan lapak PKL. Seluruh bangunan kios di lantai 3 hangus terbakar. 95 Persen kios di lantai 2 ludes dan 50 persen kios di lantai 1 rusak.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore