Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 April 2018 | 16.27 WIB

Permintaan Warga Badui ke Pemerintah: Gunung Jangan Dilebur

Ribuan warga Badui berjalan kaki mengikuti ritual Seba. - Image

Ribuan warga Badui berjalan kaki mengikuti ritual Seba.

JawaPos.com - Proses ritual seba yang diikuti warga Badui begitu meriah. Mereka datang dengan membawa beras, gula aren, dan pisang. Aneka hasil bumi itu dipersembahkan kepada bupati Lebak dan Serang serta gubernur Banten. Yang mengantar tak satu-dua orang, tapi ribuan sekaligus.


Itulah ritual tahunan Seba Badui yang rangkaiannya berlangsung sejak Jumat (20/4). Dari Desa Kanekes, kampung mereka, sebanyak 1.688 warga Badui Dalam dan Luar berjalan kaki.


Setelah menginap semalam di pendapa Kabupaten Lebak pada Jumat malam, kemarin mereka sampai di Serang. Juga, dengan berjalan kaki. Mereka diistirahatkan dulu di GOR Maulana Yusuf sebelum kemudian diarak sekitar 300 meter ke Alun-Alun Serang.


Setelah diterima Gubernur Banten Wahidin Halim, mereka diajak masuk ke alun-alun. Ribuan warga Badui itu mendapat tempat terhormat dengan duduk di samping dan belakang gubernur serta jajaran muspida.


Lurah Kanekes Jaro Saija mengungkapkan, seba merupakan kewajiban masyarakat Badui yang salah satunya penanda tahun baru. Selain itu, seba dianggap sebagai silaturahmi masyarakat Badui kepada kepala daerah yang mereka sebut Bapa Gede.


"Kalau orang Badui itu mau perlindungan dari pemerintah. Gunung jangan dilebur, lebak (tanah) jangan dirusak, sesaka (pusaka) jangan dirobah," kata dia. Orang Badui, kata dia, khawatir terjadi bencana alam, seperti longsor atau gempa, bila alam tidak dijaga.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore