Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 April 2018 | 01.02 WIB

Miris, Program Bank Sampah Minim Peminat

KEKURANGAN SDM: Partisipasi warga Malang di Bank Sampah Malang (BSM) masih minim. - Image

KEKURANGAN SDM: Partisipasi warga Malang di Bank Sampah Malang (BSM) masih minim.

JawaPos.com – Partisipasi masyarakat Malang terkait program Bank Sampah Malang (BSM) diketahui masih minim. Sejauh ini, tercatat hanya 10 persen dari total warga Malang yang bergabung dengan program pelestarian lingkungan tersebut.


Padahal, program BSM sendiri termasuk salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengurangi masalah sampah perkotaan sekaligus bisa menghasilkan nilai ekonomi dari sampah itu sendiri. 


Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, warga yang tergabung dalam Bank Sampah kini baru 10 persen dari total warga Kota Malang. Sementara, nasabah bank sampah yang sudah tercatat saat ini sebanyak 30 ribu, dimana 80 persennya merupakan warga Kota Malang.


"Sebanyak 20 persen lainnya warga Kabupaten Malang dan Kota Batu," ujar pria yang juga menjadi penasehat BSM ini, Jumat (13/4).


Dia menerangkan, dari 30 ribu nasabah tersebut, rinciannya terdiri dari 581 unit milik masyarakat, 260 unit bank sampah sekolah, 80 unit bank sampah milik instansi, 25 orang pemulung, serta 1.422 nasabah individu. "Setiap hari kami mengolah 5 ton sampah dari nasabah," ungkap Rahmat.


Selama ini, lanjut dia, kendala BSM yakni terkait tenaga atau Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan fasilitas seperti alat angkut sampah dan gudang sampah. Apalagi BSM kini masih berbadan hukum koperasi atau swasta. Sehingga pengelolaannya secara mandiri.


"Secara hitungan ekonomi kami merugi, karena BSM harus banyak mengeluarkan biaya operasional untuk mengangkut sampah dengan armada yang terbatas," ujarnya. Oleh karena itu, tidak heran jika pihaknya saat ini sangat membutuhkan karyawan lebih untuk mengelola bank sampah yang telah berdiri sejak tahun 2011 lalu itu.


"Masyarakat punya peran besar dalam bank sampah. Jika masyarakat punya rasa memiliki terhadap bank sampah, harapannya program ini berkelanjutan. Karena bank sampah ini cikal bakal masyarakat bisa peduli terhadap lingkungan," tutur Rahmat.


Di Bank Sampah yang berlokasi di Jalan S Supriyadi No 38 A, Sukun, Kota Malang itu, pihaknya juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana memilah sampah yang baik dan dapat menghasilkan nilai ekonomi. 


"Kami terus memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang bagaimana memilah sampah. Sebab sampah punya nilai ekonomis jika sudah dipilah," imbuh Rahmat. Beberapa produknya pun sempat diikutkan dalam pameran dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Seperti tas hingga baju. 


Untuk itu, saat ini DLH Kota Malang masih melakukan kajian tentang bagaimana menjadikan BSM sebagai bagian dari pemerintah. Sehingga nantinya BSM bisa dibentuk menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing kecamatan.


"Target kami setiap kecamatan ada cabang bank sampah. Selama ini kendalanya keterbatasan tenaga dan gudang sampah. Jika di masing-masing kecamatan ada cabangnya, maka pengelolaan bank sampah lebih efisien," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore