
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat berkunjung ke sebuah pondok pesantren di Sleman.
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani berkunjung ke Pondok Yatim Tahfizh Al Quran. Lokasinya di Denokan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Jogjakarta.
Pada kesempatan ini, Puan menekankan pentingnya pendidikan umum bagi para santri. Tujuannya agar para santri bisa memiliki hak yang sama seperti anak-anak pada umumnya.
"Kami tidak bisa kemudian pemerintah membantu atau melakukan semua hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan pondok pesantren. Tapi negara harus hadir dan semua pihak untuk membantu proses belajar mengajar," kata Puan di Pondok Yatim Tahfizh Al Quran, Selasa (3/4).
Selama ini, pemerintah telah memberikan fasilitas kepada para santri untuk mendapatkan hak atas pendidikan. Salah satunya melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah menyasar ke pondok pesantren.
"Tak hanya (pendidikan) agama tapi juga untuk umum, melalui Kartu Indonesia Pintar yang masuk ke pondok. Mereka harus mempunyai kesempatan yang sama seperti yang lain untuk mendapatkan pendidikan," tutur Puan.
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu cukup kagum dengan santri-santri di Pondok Yatim Tahfizh Al Quran. Meski usianya masih anak-anak, namun beberapa di antaranya telah berhasil menghafalkan Al Quran.
"Yang pasti bakat mereka luar biasa sekali. Mereka bisa tahu ayat berapa, surat berapa, dibolak-balik bisa tahu. Ini semuanya anak-anak yatim, nanti jumlahnya bertambah banyak (santri yang belajar di pondok)," ucap Puan.
Sementara itu , Penanggung Jawab Pondok Yatim Tahfizh Al Quran Ikae Muttaqin manambahkan, pondok yang dikelolanya masih cukup baru. Sekitar 3 tahunan. Jumlah santri sebanyak 21 orang. 5 Santri di antaranya berhasil menghafalkan Alquran.
"Metode belajarnya sama saja, cuma Insya Allah kuncinya adalah kesungguhan dan ketulusan. Metode belajar juga sama saja dengan pondok yang lain," trang Ikae.
Selain belajar agama, para santri yang duduk di kelas 5 SD juga diberi mata pelajaran lainnya. Seperti matematika, bahasa asing dan lainnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
