
Suciaty saat ditemui di Polsek SU I Palembang.
JawaPos.com - Kasus pembunuhan suami oleh isri di Palembang menyisakan duka mendalam bagi empat anak mereka. Isnadi, 39, dibunuh oleh Suciaty, 37, karena tak kuat dengan perlakuan korban. Kini, Suciaty mendekam di ruang tahan Polsek Seberang Ulu (SU) 1 Palembang.
Salah Satu tetangga korban, R, 40, mengatakan bahwa memang sudah sejak lama kekerasan rumah tangga terjadi antara Suciaty dan suaminya Isnadi, sehingga warga di sekitar pun menganggap biasa.
"Biasanya setiap mereka ribut, pintu rumahnya selalu ditutup rapat, jadi kami tidak bisa berbuat apapun untuk membantu Suciaty," katanya saat ditemui di Jalan Kemas Rindo Lorong Segayam Kelurahan Ogan Baru Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (14/3).
Dia mengaku tak menyangka kalau Suci nekat sampai membunuh suaminya tersebut. Mengingat memang selama ini Suci selalu menurut dan rela menerima siksaan dari suaminya, Isnadi.
Dia mengaku, Isnadi dikenal seorang yang tempramental dan mudah emosi atau marah. Bahkan, anaknya pun pernah dikejar ayahnya tersebut menggunakan senjata tajam parang. Akibatnya, anaknya jarang pulang ke rumah.
"Isnadi itu bekerja serabutan, kadang menjadi kuli bangunan dan kadang menjala ikan," terangnya.
Ditanya soal selingkuhan Isnadi, ia juga mengakui memang sempat terdengar kabar bahwa Isnadi menjalin hubungan dengan salah satu warga yakni Lifa. Wanita ini merupakan seorang janda anak satu dan bekerja di sebuah salon di KM 7.
"Kami tidak tahu pasti apakah ini benar atau tidak," singkatnya.
Sementara itu, Andre, 25 menambahkan bahwa keempat anak Isnadi dan Suciaty yakni pertama Ade Senawati, 21. Anak perempuan pertama ini sudah berkeluarga sehingga tidak tinggal bersama lagi karena ikut suaminya.
Kemudian, anak kedua yakni Iswandi Septiawan, 20. Anak keduanya ini juga sering disiksa oleh Isnadi dan juga pernah dikejar memakai parang, sehingga dia jaramg pulang ke rumah. "Anak keduanya ini bekerja di daerah Gandus sebagai kuli angkut," ujarnya.
Kemudian, untuk anak ketiga yakni bernama, Nadia Tri Mareta, 16, dan terakhir M Reyhan Septiadi, 5. Hanya mereka berdua yang tinggal bersama Isnadi dan Suciaty. Tapi kini, ikut tinggal di tempat kakak kandung Suciaty.
"Anak mereka yang masih kecil ini juga sering dibentak. Jadi memang Isnadi itu mudah emosian," tutupnya.
Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Palembang, Romi mengaku bahwa pihaknya sudah mengunjungi anak dari Isnadi dan Suciaty. Dari kunjungan tersebut kondisi mereka terlihat normal karena mereka masih kecil. Sedangkan, untuk yang dewasanya sedikit masih sedih.
"Kami akan terus memantau kondisi mereka untuk memastikan mereka tidak mengalami dampak psikologis," singkatnya.
Seperti diketahui, Suciaty nekat menghabisi suaminya Isnadi. Lantaran, sikap suami yang terus menyiksa dan memukul selama usia pernikahan 22 tahun.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
