
KORBAN PENCULIKAN: Chairul Anwar menunjukkan foto Gracella Narwastu Anwar yang diculik oleh dua orang perempuan tak dikenal, Minggu (11/2).
JawaPos.com - Raut kesedihan masih terlihat jelas di wajah Chairul Anwar, 50, warga Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang ketika ditemui JawaPos.com, Minggu (11/2). Pasalnya, Chairul baru saja mengalami kejadian buruk. Anak semata wayangnya, Gracella Narwastu Anwar, 3, diculik oleh dua orang perempuan tak dikenal.
Hingga saat ini, dirinya masih belum mendapat kabar apapun mengenai keberadaan anak perempuannya tersebut. Dirinya pun sudah melapor ke Polres Malang Kota mengenai kejadian tersebut, Minggu (11/2) pagi. Penyidik diketahui juga telah menurunkan tim untuk mencari keberadaan anak itu.
Chairul menceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/2) siang. Pada saat itu, dirinya memang sedang tidak berada di lokasi kejadian. Namun, ada pengasuh anaknya, yakni Winardi, 62, dan Rianah, 56.
Kepada JawaPos.com, Rianah mengatakan, sekitar pukul 09.30 ada seorang perempuan dengan mengenakan hijab biru bertamu ke kediaman Chairul di Jalan Sidorahayu 2 RT 7 RW 1 Bakalan Lor, Kecamatan Sukun, Sabtu (10/2). Perempuan itu pun menanyakan tentang keberadaan Chairul dan bertanya mengenai lowongan pekerjaan.
Winardi dan Rianah mengaku tidak mengenal perempuan itu, apalagi mereka baru bekerja di rumah itu sekitar tiga bulan. "Saat itu saya jawab jika Pak Chairul baru saja berangkat ke gereja," ujar Rianah.
Setelah itu, perempuan tersebut keluar dari rumah sejauh sekitar 50 meter. Tak lama kemudian, perempuan tersebut kembali lagi bersama temannya. "Ketika perempuan berkerudung itu kembali, langsung masuk ke dalam rumah menuju kamar dan mengambil Gracella secara paksa dari saya," terangnya.
Pada saat itu, Rianah memang tengah bersama Gracella. Sedangkan Winardi sedang mengepel. Perempuan yang tidak dikenalinya itu langsung mengambil Gracella dari pangkuan Rianah. "Saat diambil itu, Gracella teriak-teriak nenek-nenek (memanggil Rianah) sambil menangis," terang dia.
Winardi pun mencoba mengambil Gracella, namun didorong oleh salah seorang perempuan dan membentur lemari es.
Ketika kejadian tersebut juga tidak ada tetangga yang tahu, sehingga dua perempuan itu leluasa kabur. Salah satu pelaku menaiki Honda Vario warna hitam, diduga juga dikawal mobil MPV berwarna putih. Selanjutnya Winardi langsung memberi kabar kepada ayah Gracella, Chairul Anwar.
Chairul atau yang biasa dipanggil Tembel itu mengatakan, dirinya menduga jika perempuan tersebut adalah mantan istrinya yang sudah pisah sejak satu tahun lalu.
"Dilihat dari mobil yang dibawa, yakni Xenia putih, indikasi mantan istri saya. Tapi masih belum tahu lagi," kata dia.
Setelah kejadian, pria yang juga menjadi pendeta di GBI Diaspora Kota Malang itu kemudian mengajak Winardi dan Rianah melapor ke Polsek Sukun. Kemudian ditindak lanjuti oleh Polsek Sukun untuk dilaporkan ke PPA Polresta Malang.
Chairul menyampaikan, dirinya menerima laporan bahwa anaknya diambil orang, dan langsung menuju ke rumah untuk mengecek. Setelah mendengar cerita dari dua pembantunya, Tembel langsung melapor ke dua tempat, yakni Polsek Sukun dan Unit PPA Polres Makota.
Menurut pengakuannya, Tembel menduga dalang pengambilan anaknya ini adalah istrinya yang sudah pisah ranjang. Wanita yang menurut Tembel diduga membawa kabur Gracella dari rumahnya di Bakalan Lor, adalah bernama Nimas Ayu Diatri, 34.
Wanita ini, secara hukum masih merupakan istri Tembel. Namun, karena dugaan perselingkuhannya, Tembel telah berpisah dan mempertahankan Gracella dalam pengasuhannya sendiri dan tidak memberikan anaknya kepada sang ibu. Karena itulah, Tembel menduga kuat dalang penculikan anaknya adalah istrinya tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
