
Nur Aisyah, 9, harus digendong ibunya menuju ke sekolah.
JawaPos.com - Meski memiliki keterbatasan, ternyata gadis cilik bernama Nur isyah mempunyai cita-cita yang tinggi. Ia pun sangat rajin sekolah.
Setiap pagi, Nur Aisyah bergegas untuk berangkat ke sekolahnya. Seragam merah putih dia pakai dengan bantuan sang ibu, Suraidah.
Usai sarapan pagi, Suraidah langsung menggendong Nur Aisyah yang sekarang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Kemudian, mereka menempuh jarak dua kilometer ke sekolah Aisyah. Aisyah tinggal di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal.
Meski harus menggendong Nur Aisyah yang sudah berusia 9 tahun, Suraidah tetap sabar. Dia tetap mengikuti keinginan Aisyah untuk mendapatkan pendidikan.
"Saya mau jadi dokter om. Mau bantu orang banyak," kata Aisyah, Minggu (4/2).
Suraidah bercerita, anaknya Aisyah sebenarnya lahir dalam keadaan normal. Namun saat berusia enam tahun Aisyah mendapat insiden yang membuatnya lumpuh. Dia jatuh dari tangga dan berujung pada patah tulang.
Pengobatan medis dan tradisional sudah diljalaninya. Namun Aisyah tidak sembuh dan tetap lumpuh. "Anak saya ini aktif sejak kecil. Dia suka bermain dengan anak lainnya di dekat rumah. Sejak jatuh itu berubah total kehidupannya," kata Suraidah.
Meski berbeda dengan anak lainnya, tidak membuat Aisyah patah arang. Dia teap belajar dengan giat. Teman-teman disekolahnya juga sering membantu Aisyah.
Pengakuan guru di sekolah, Aisyah terkadang suka minder dengan teman-temannya. Dia terkadang suka lebih memilih diam dan sesekali memperhatikan temannya bermain.
Secara kualitas, Aisyah tidak berbeda dengan siswa lainnya. Dia bisa memahami materi belajar yang disampaikan gurunya.
"Aisyah ini tergolong siswi yang cerdas. Tapi dia sering minder kalau lihat teman-temannya yang bisa bermain," kata Purnama Harahap guru Aisyah di sekolah.
Sementara itu, Suraidah berharap ada dermawan yang bisa membantu kesembuhan anaknya. Dia juga berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi warganya.
"Aisyah sudah tidak bisa menjalani perobatan. Biaya kami sudah habis untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kami berharap ada yang peduli dengan Aisyah," pungkas Suraidah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
