
Sujud Sutrisno atau yang biasa dikenal dengan nama Sujud Kendang meninggal pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Wirosaban Kota Yogyakarta.
JawaPos.com - Sujud Sutrisno meninggal pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Wirosaban Kota Yogyakarta. Seniman senior dari Yogyakarta yang biasa dikenal dengan sebutan Sujud Kendang tersebut dikenal dengan kerja kerasnya sebagai pengamen jalanan untuk menghidupi keluarganya.
Ia meninggalkan istri keduanya bernama Mamik Sumaryanti yang saat ini tinggal di daerah Badran RT51/11, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.
Ketua RT setempat, Benny Triyuwono mengatakan Sujud Kendang masih tetap aktif mengisi acara-acara baik dalam event di kampus maupun ketika ada agenda di kampung meski usianya sudah senja. "Kalau ada event atau kegiatan yang ngisi mesti beliau," katanya sewaktu ditemui di rumah duka.
Sujud Kendang yang lahir pada 20 September 1953 silam di Kabupaten Klaten Jawa Tengah itu merupakan keluarga dari latar belakang seniman. Ayahnya dikenal seniman colekan dan karawitan yang bernama Wiro Suwito.
Dirinya menjadi pengamen sejak kecil dengan membawa alat musik yang khas berupa kendang. Sujud diketahui pernah tampil di acara layar televisi serta dengan musisi-musisi papan atas.
Selain mengisi acara atau event, Sujud Kendang masih tetap aktif menjadi pengamen jalanan. Sampai akhirnya ia harus bolak-balik ke rumah sakit di Wirosaban ketika sebelum lebaran 2017 silam.
Sujud Kendang juga harus dioperasi pada awal Januari kemarin karena penyakit batu empedu yang dideritanya. Sampai 2 minggu tepat dirawat, Sujud akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (15/1) dan direncanakan akan dimakamkan pada Selasa (16/1) nanti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Utara Laya Kecamatan Tegalrejo.
Istri keduanya, Mamik Sumaryanti mengatakan masa-masa akhir hidupnya, Sujud Kendang sempat berkeinginan untuk membuka warung kelontong. Namun sampai kini masih belum bisa tercapai. "Dia tidak pernah menyakiti hati perempuan," kenangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
