Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Januari 2018 | 10.10 WIB

Erupsi Gunung Agung Timbulkan Kerugikan Hingga Rp 11 Triliun

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho bersama sejumlah Mahasiswa dari Universitas Respati dan Petugas BPBD Jawa Tengah - Image

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho bersama sejumlah Mahasiswa dari Universitas Respati dan Petugas BPBD Jawa Tengah

JawaPos.com - Aktivitas erupsi Gunung Agung menimbulkan kerugian besar bagi sejumlah sektor di Provinsi Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat total kerugian mencapai Rp 11 triliun.


Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data statistik sejak Bulan September 2017, kerugian terbesar terjadi pada sektor pariwisata dan bisnis. 


"Meski tak ada korban jiwa atau pun luka, dampak kerugian ekonomi warga Bali, terutama di sektor pariwisata yang tersendat memang sangatlah besar," kata Sutopo saat diskusi terbuka bersama petugas di kantor BPBD Jawa Tengah, Selasa (9/1).


Sutopo menuturkan jumlah kerugian yang harus ditanggung pegiat pariwisata lokal di Bali sebesar Rp 9 triliun. Kerugian itu muncul akibat banyaknya turis mancanegara yang mengeluarkan travel warning, serta sejumlah aktivitas maskapai penerbangan internasional terpaksa dihentikan.


"Hal itu jelas berdampak pada turunnya jumlah wisatawan di Bali. Sekarang geliat wisata setempat menurun drastis dibanding kondisi biasanya kalau kami lihat," sambungnya. 


Adapun Rp 2 triliun dari total jumlah kerugian, yakni timbul dari sektor bisnis. Terutama akibat adanya kredit macet dari pelaku usaha. Menurutnya, daerah Karangasem yang memiliki titik episentrum terdekat dengan Gunung Agung lah yang paling dirugikan. 


"Letusan kali ini cukup mengganggu roda bisnis masyarakat Bali yang mayoritas menggantungkan hidupnya di sektor industri kerajinan tangan," sambungnya. 


Ia pun menghimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terkait aktivitas kegempaan Gunung Agung. Untuk saat ini, menurutnya level tetap berada pada status awas.


"Kami menurunkan jarak radius sampai 6 kilometer dari puncak kawah, supaya masyarakat bisa beraktivitas normal lagi. Tapi mereka juga harus siap siaga jika sewaktu-waktu kembali erupsi," tandasnya. 

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore