Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2017 | 10.30 WIB

Mandi Taguh, Ritual Ilmu Kebal Masyarakat Hulu Sungai Selatan

Salah satu warga sedang dimandikan oleh Abang Gunung - Image

Salah satu warga sedang dimandikan oleh Abang Gunung

JawaPos.com - Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan, selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam) juga punya tradisi menangkal serangan senjata tajam. Kekebalan akan senjata tajam konon menjadi impian sebagian lelaki di ‘Kota Semarak’ ini untuk menjaga diri.


Untuk memiliki ilmu taguh atau kebal terhadap berbagai jenis sajam dan senjata api, ada beberapa cara yang biasa dilakukan warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.


Mulai dari latihan mengolah jiwa dan raga melalui tirakat tertentu seperti kajian ataupun amalan, sampai bauntalan. Atau dengan cara ritual mandi taguh atau mandi kebal.


Secara logika, mandi taguh sulit dijelaskan. Namun, kendati demikian, dengan mandi taguh, diyakini sebagian masyarakat Kab Hulu Sungai Selatan, membuat orang yang melakukannya menjadi taguh atau kebal.


Mandi taguh sendiri ditujukan bukan menjadi jagoan. Tetapi yang paling utama untuk menjaga diri saat akan meninggalkan kampung halaman atau merantau ke daerah lain.


Untuk mencari kebenaran perihal ritual mandi taguh, Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) mendatangi salah satu praktisi supranatural M Burhanuddin Rabbani atau biasa dipanggil Abang Gunung (61), di Desa Tabihi, Kecamatan Padang Batung.


Abah Gunung merupakan salah satu orang yang dipercaya memiliki keahlian bisa memandikan seseorang supaya bisa kebal.


Dia menjadi praktisi supranatural sudah sekitar 36 tahun. Sejak usianya masih muda dan belum berkeluarga, dia dipercaya bisa memandikan seseorang menjadi kebal.


Menurut Abah Gunung, keahliannya, memandikan orang memiliki ilmu kebal didapatkannya sebagai laduni. Laduni adalah ilmu yang berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala.


“Saat masih bujang (belum menikah), sudah bisa memandikan orang kebalnya,” katanya mengawali pembicaraan.


Pria berambut panjang dan berjenggot serta menggunakan berbagai jenis cincin ditangannya ini, menjelaskan, jika seseorang ingin mandi kebal ada dua jenis. Pertama dimandikan  ibu kandung. Kedua bisa mandi dengan bantuan seseorang yang ahlinya.


Mandi kebal dengan ibu kandung caranya cukup mudah. Seseorang anak cukup masuk ke sarung yang biasa digunakan ibunya saat mandi. 


Waktunya harus sesuai dengan jam dan hari kelahiran yang ingin melakukannya. Seandainya tidak ingat bisa memilih hari Jumat sebagai hari baik.


“Tapi, harus dijelaskan niat mau mandi sama orang tua buat apa dan minta ridanya,” jelasnya.


Saat mandi berlangsung harus memeluk ibu kandung dibagian kaki. Selesai mandi keluar dari sarung harus bagian bokong dulu seakan baru lahir. Baru duduk untuk minta rida dan maaf, apabila ada salah supaya diampuni, serta di doakan selamat dunia akhirat.“Tapi harus yakin,” tegas Abah Gunung.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore