Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2017 | 16.03 WIB

Belasan Dokter Spesialis RS Sulbar Mundur Bareng, Ini Penyebabnya

Surat pernyataan dan nama-nama dokter spesialis yang mundur - Image

Surat pernyataan dan nama-nama dokter spesialis yang mundur

JawaPos.com - Pasien Rumah Sakit (RS) Regional Sulawesi Barat gigit jari. Mereka pulang tanpa mendapatkan pelayanan kesehatan kemarin (8/12). Sebab, sebanyak 14 dokter spesialis mengundurkan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan tiga dokter spesialis lainnya memutuskan kontrak. Ketidakharmonisan hubungan dengan direktur RS menjadi alasan ke-17 dokter spesialis memilih hengkang.


Semua pintu poli klinik yang berjumlah 14 ruangan dalam kondisi terkunci. Hanya keluarga pasien dan perawat yang lalu-lalang. Kejadian tersebut merupakan kali kedua pelayanan kesehatan di RS Regional Sulbar terbengkalai. Sebelumnya, 6 Oktober, para dokter spesialis mogok kerja.


Namun, pada Jumat, ketidaknyamanan ke-17 dokter spesialis mencapai titik kulminasi. Mereka melayangkan surat pengunduran diri kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.


Dampaknya sangat besar bagi pasien. Keluhan demi keluhan muncul. Misalnya, Maryam yang datang ke rumah sakit sejak pagi. Rencana, dia hendak memeriksakan kandungan yang telah memasuki usia enam bulan. Namun, dia harus pulang dengan rasa kecewa kerena tidak dapat melakukan pemeriksaan.


Maryam mengaku tidak tahu harus ke mana lagi memeriksakan kandungan. Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Maryam terdaftar di RS Regional Sulbar.


"Kalau ada masalah di internal, jangan mengorbankan kami para pasien. Massa lain yang bertikai, kami yang dapat imbasnya," tandas Maryam kepada Fajar (Jawa Pos Group) di lobi RS Regional Sulbar.


Keluhan serupa diutarakan pasien lainnya, Arisman Saputra. Kakinya yang patah akibat kecelakaan lalu lintas beberapa hari lalu akhirnya tidak ditangani. "Ada apa ini, kok tidak ada dokter. Jangan telantarkan kami. Hari ini jadwal saya checkup kaki, tetapi tidak ada dokter," keluhnya.


Ketua Komite Medik RS Regional Sulbar dr Harpandi Rahim yang hendak dikonfirmasi terkait dengan pengunduran diri para dokter spesialis tidak dapat ditemui. Pintu rumahnya tertutup rapat. Dia juga tidak merespons sambungan telepon.


Berdasar informasi yang diperoleh, ke-17 dokter spesialis yang bertanda tangan dalam surat pernyataan mosi tidak percaya dan ingin mengundurkan diri telah meninggalkan Sulbar.


Salah seorang dokter spesialis yang mengajukan pengunduran, Sitti Saenab, dapat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler. Dia mengakui pengajuan pengunduran diri seperti yang tertuang dalam surat yang berbeda adalah benar.


Semua pihak dokter yang bertanda tangan telah sepakat. "Itu bentuk kekecewaan kami. Jika mau lebih jelas, hubungi dr Harpandi Rahim," katanya.


Pasien Terpaksa Dirujuk ke Makassar


Direktur RS Regional Sulbar dr Andi Munasir mengaku terkejut dengan pengunduran diri yang dilakukan 17 dokter ahli tersebut. Dia mengklaim semua tuntutan yang dilayangkan para dokter spesialis pada aksi mogok 6 Oktober lalu telah dipenuhi.


''Saya tidak tahu apa yang mereka (dokter spesialis, Red) maksud dengan mosi tidak percaya pada kinerja kami para direksi. Kalau ada masalah, kenapa selalu mogok yang mengakibatkan pasien dikorbankan,'' ucapnya.


Munasir mengaku sudah berkonsultasi dengan Pemprov Sulbar. Sekretaris provinsi telah menanganinya. ''Saya tinggal menunggu arahan. Pak Sekda berjanji menerjunkan tim untuk meninjau masalah itu,'' ujarnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore