
INSPEKSI: Staff EDP Yogya mengecek jentik nyamuk di rumah salah satu warga di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
JawaPos.com - Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta secara bertahap menarik ember telur nyamuk ber-Wolbachia di beberapa wilayah yang ada di Kota Yogyakarta. Perkembangbiakannya sudah mencapai ambang batas tertentu dan bisa dilanjutkan secara alami.
Ahli serangga EDP Yogya Warsito Tantowijoyo mengatakan, ember telur yang ditarik itu berada di lima klaster. Dari 12 klaster keseluruhan di 35 kelurahan di Kota Yogyakarta dan dua desa di Kabupaten Bantul.
''Peletakan ember di 12 klaster dari 24 klaster yang dibentuk. Lima klaster di dalamnya sudah ditarik ember telur. Populasi nyamuk ber-Wolbachia akan mampu berkembangbiak secara alamiah,'' kata Warsito Rabu (1/11).
Pembentukan klaster itu merupakan kali kedua. Pihaknya pada tahap pertama telah melakukan pelepasan nyamuk di Kecamatan Tegalrejo dan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Di dua wilayah ini, seluruh ember berjumlah dua ribu telah ditarik.
''Peletakan yang berlangsung tujuh bulan itu sukses salah satunya berkat kerjasama masyarakat yang mau menjadi orangtua asuh ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia,'' tuturnya.
Pengembangan benih ber-Wolbachia ini dilakukan untuk menekan berkembangbiaknya jenis Aedes aegypti. Nyamuk yang menyebarkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada manusia.
Wolbachia dikembangkan oleh EDP bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak 2012. Telur yang menjadi nyamuk akan kawin dengan nyamuk lokal.
Ketika nyamuk Wolbachia jantan kawin dengan betina lokal, maka tidak akan menghasilkan keturunan. Sedangkan betina Wolbachia yang kawin dengan jantan lokal, keturunannya berupa Wolbachia.
Selain pengembangan nyamuk Wolbachia, masyarakat juga tetap ditekankan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). ''PSN efektif mengendalikan DBD selama itu dilakukan secara konsisten,'' kata Koordinator Surveilans EDP Yogya Citra Indriani.
Apalagi, saat ini sudah berangsur masuk musim hujan. Otomatis ancaman terhadap penyakit itu akan lebih banyak. ''Kami dapatkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, hingga akhir September ini kasusnya mencapai 374 dengan dua di antaranya berakhir kematian,'' pungkasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
