Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2017 | 21.24 WIB

Ribuan Ikan Berenang di Saluran Air Warga

MENYENANGKAN: Warga menikmati rekreasi di saluran air yang berisi ribuan ikan. - Image

MENYENANGKAN: Warga menikmati rekreasi di saluran air yang berisi ribuan ikan.

JawaPos.com- Tak usah jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati saluran air yang jadi habitat ribuan ikan cantik. Di RT 04 Dusun Singosaren, Wukirsari, Imogiri, Bantul, juga ada yang demikian.


Saluran irigasi yang membelah kampung itu tak sekadar bersih, tapi juga memanjakan mata. Ada ribuan ikan di dalamnya. ”Jenisnya bermacam-macam. Tapi, yang paling banyak nila,” jelas anggota Kelompok Pemuda Tansah Bejo Arif Irwansyah.


Potongan bambu itu dipasang di salah satu sudut tepi saluran irigasi untuk memudahkan warga yang ingin bermain atau memberi pakan ikan.


Ya, belakangan ini wilayah RT 04 kerap didatangi wisatawan dari berbagai daerah. Mereka penasaran sekaligus tertarik untuk melihat dari dekat saluran irigasi yang mirip dengan selokan di Jepang itu. ”Dari Jakarta ada. Pupuk Kaltim juga pernah,” tutur pemuda kelahiran 26 tahun lalu tersebut.


Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Dinas Perdagangan Bantul itu mengungkapkan, ide memanfaatkan saluran irigasi untuk budi daya ikan tersebut sebenarnya muncul karena keprihatinan kelompok pemuda. Ya, hampir setiap hari tumpukan limbah rumah tangga yang terbawa air irigasi mengganggu pemandangan. Dalam sehari, sampah seperti diaper dan plastik itu bisa mencapai dua karung.


”Tapi, sebenarnya itu ide Pak Mutohar,” lanjut Irwan sembari menunjuk seorang pria paro baya yang berdiri tak jauh darinya.


Mutohar, yang mendengar namanya disebut, merendah. ”Mboten, sareng-sareng kalih konco-konco pemuda (bukan, bareng sama teman-teman pemuda, Red),” ucapnya.


Mutohar mengakui bahwa gagasan itu semula bertujuan menggugah kesadaran warga. Juga mengantisipasi warga membuang sampah sembarangan. Ide tersebut dia lontarkan saat rapat rutin kelompok pemuda lima bulan lalu. Sejurus kemudian, kelompok pemuda bekerja bakti membersihkan saluran irigasi.


”Prosesnya bertahap. Setelah saluran dibersihkan, saya buat kincir,” tutur pria yang didapuk sebagai pembina Kelompok Pemuda Tansah Bejo itu.


Kincir berkonstruksi besi dan kawat tersebut dipasang di atas saluran irigasi. Itu berfungsi menyaring sampah. Dengan begitu, air yang mengalir ke bawah bersih. Itu sekaligus pembatas agar ikan tak lari ke mana-mana.


Agar berfungsi sebagai kolam, sekitar 100 meter dari kincir dipasangi jaring kawat. Dengan begitu, ikan tak terbawa aliran air. Kemudian, kelompok pemuda akhir Mei lalu menebar 5 ribu benih ikan, bersamaan dengan peresmian kolam dadakan tersebut. ”Uangnya berasal dari kas kelompok pemuda Rp 500 ribu. Kemudian, pemkab memberikan 3.000 benih,” tutur dia.


Mutohar melihat, kolam dadakan itu cukup efektif untuk menggugah kesadaran warga. Sebagai buktinya, volume sampah yang terjaring kincir angin menurun. Sampah yang terkumpul hanya sekarung dalam seminggu. Artinya, warga Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis, dan warga Wukirsari, Imogiri, yang notabene berada di hulu sudah jarang membuang sampah di saluran irigasi.


Menurut Mutohar, kolam dadakan itu membuat warga RT 04 semakin guyub dan kompak. Meski tidak ada yang mengomando, setiap pagi warga membersihkan tumpukan sampah yang terjaring kincir. Setiap malam mereka juga berkumpul di pos ronda yang didirikan di atas saluran irigasi.


”RT 03 dan RT 05 yang berada di atas dan di bawah kolam RT 04 juga ingin meniru. Kalau sudah jadi, mungkin panjangnya nanti bisa 500 meter,” tambahnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore