
Ilustrasi
JawaPos.com - Banyaknya calon siswa yang tidak lolos pada seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB), membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengeluarkan kebijakan penyelamatan.
Siswa yang tidak lulus itu akan dipanggil lagi. Sebab Disdik mengeluarkan kebijakan penambahan rombongan belajar untuk siswa baru di setiap sekolah negeri. Penambahan rombongan belajar itu atas banyaknya desakan dari orang tua siswa, karena anak mereka tidak diterima di sekolah negeri.
Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan, besarnya desakan orang tua yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri, membuat Disdik bersama sekolah menambah jumlah rasio kelas untuk menampung siswa yang tidak terakomodir di PPDB 3-5 Juli 2017 lalu.
"Saya sudah panggil seluruh kepala sekolah baik SD maupun SMP negeri untuk menambah dua hingga tiga kelas lagi untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan," kata Muslim seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (8/7).
Diketahui hingga saat ini jumlah yang mendaftar ke negeri SD 12 ribu dan SMP 10 ribuan pendaftar. Dari data sementara di setiap sekolah mengalokasikan empat hingga lima rombongan belajar. Di setiap kelas terdiri dari 32 siswa.
Dia menyebutkan, saat ini ada waktu 10 hari untuk menyelesaikan PPDB ini. Siswa yang tidak diterima di tiga sekolah yang sebelumnya dipilih akan diakomodir kembali.
"Jumlah pastinya saya belum bisa berikan karena baru rapat hari ini, yang jelas Senin sekolah akan melakukan pemanggilan kembali siswa yang tidak lolos seleksi sesuai dengan kemampuan sekolah, ini perlu ditekankan, jangan sampai mereka berpikir kami buka lagi bisa semua terakomodir," beber pria 57 tahun ini.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Batam, Wiwik Darwiyanti menuturkan sebagai pelaksana pihaknya menunggu arahan dari pimpinan saja. "Kami masih menunggu, untuk sementara masih sembilan kelas," ujarnya.
Dia menuturkan tahun sebelumnya SMPN 3 Batam membuka 11 kelas dengan memanfaatkan ruangan yang berada di samping perpustakaan. "Ya kalau dilihat kurang memadai untuk ruang belajar, makanya tahun ini sekolah menerima sembilan kelas saja berkurang dua kelas dari tahun sebelumnya," tutup Wiwik. (cr13/cr17/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
