Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 09.20 WIB

Digarap 5 Pemuda Mabuk, Mawar Hanya Bisa Menangis

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Minggu (2/7) menjadi kenyataan pahit bagi IG alias Mawar (samaran,red) warga Desa Lomaya, Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango.

Di kala sebagian warga bersuka cita merayakan lebaran ketupat, remaja 14 tahun itu harus menanggung aib. Gadis Anak Baru Gede (ABG) itu diduga disekap dan diperkosa oleh lima pemuda.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (Jawa Pos Group), peristiwa memilukan yang dialami Mawar bermula ketika dirinya hendak bersilaturahmi ke rumah temannya Ira. Jaraknya tak jauh dari rumahnya. Setelah berdandan, sekitar pukul 12.00 wita, gadis setinggi lebih kurang 150 centimeter berjalan kaki menuju ke rumah Ira.

Setibanya di rumah Ira, Mawar bercengkerama dengan rekan-rekan perempuan lainnya. Dalam suasana lebaran ketupat, mereka lantas bercerita panjang lebar. Di sisi lain, di sebuah pos yang berjarak sekitar 50 meter  berkumpul lima pemuda. Mereka adalah AG (23) alias Hendri; JM (24) alias Upik; AA (22) alias Agus; AM (18) alias Aldy; dan FA (18) alias Fandi. Kelima pemuda warga Desa Lomaya itu duduk di pos sambil mengkonsumsi minuman keras (miras).

Tanpa disadari waktu menunjukkan pukul 15.00 wita. Satu per satu tamu di rumah Ira mulai pulang. Hingga tersisa Mawar dan Ira. Melihat hal itu, Hendri bersama Upik, Agus, Aldy dan Fandy datang menemui Mawar dan Ira. “Mereka datang awalnya hanya ingin ngobrol saja,” kata Mawar.

Beberapa saat kemudian Ira memutuskan masuk ke dalam kamar. Sejalan hal itu, Mawar pamit untuk kembali ke rumah. Namun niatnya itu tak kesampaian. Gadis berwajah bulat, berkulit sawo matang dengan postur tubuh mungil dan berwajah manis tersebut dicegat oleh Hendri dan rekan-rekannya.

“Jangan dulu pulang, kita ngobrol dulu di sini,” ujar Hendri yang ditirukan oleh Mawar.

Bocah yang baru lulus SD dan akan masuk SMP itu bersikeras untuk pulang. Namun langkah Mawar dihalang-halangi. Ditengarai saat menghalangi-halangi, kelaki-lakian Hendri Cs bangkit.

Karena terhalang untuk keluar dari pintu depan rumah, Mawar memutuskan untuk keluar dari belakang rumah. Hendri dan rekan-rekannya yang sudah di bawah pengaruh miras lantas mengejar Mawar ke arah belakang rumah. Mawar lantas dicegat dan disekap. Sejurus kemudian Hendri mengeluarkan nada ancaman.

“Saya tempeleng kamu kalau tidak mau ikut dengan kami,” ucap Mawar kepada Gorontalo Post menirukan ancaman Hendri.

“Saya berusaha melawan, tapi mulut saya ditutup dan saya langsung ditarik masuk ke dalam kamar belakang rumah,” sambung remaja berjilbab itu.

Mawar mengaku sempat berontak. Namun tenaga yang dimiliknya tak sebanding dengan yang dimiliki Hendri,Cs. Apalagi saat itu Hendri,Cs sudah dalam kondisi mabuk. “Mereka bergantian, tapi dari lima hanya empat orang saja. Si Aldy hanya berdiri berjaga-jaga di depan pintu kamar,” ujar Mawar dengan nada sendu.

Usai melampiaskan hasrat, Hendri Cs lantas beranjak pergi. Sementara Mawar dengan bercucuran air mata pulang ke rumah. “Hati saya sakit sekali, saya sangat sedih dan menangis mereka melakukan itu kepada saya,” ucap Mawar.

Sesampainya di rumah, Mawar menceritakan perihal yang dialaminya kepada ibunya. Sontak bagai disambar peting di siang hari. Ibu Mawar kaget bukan kepalang. “Anak saya ini baru lulus SD dan akan masuk SMP,” ujar Ibu Mawar dengan mimik wajah sedih.
(csr/tr-54/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore