Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 04.16 WIB

Enam Orang Hilang dan Tewas di Hutan Mundu

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com- Kasus hilangnya sopir Mobilio di hutan Dusun Mundu, Bojonegoro, bukan kali pertama terjadi. Kades Nglampin, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, Ruspan mencatat, sudah ada enam kasus dan korban di lokasi sekitar hutan Mundu tersebut. Dia tidak ingin menghubung-hubungkan kejadian itu dengan unsur takhayul atau mistis, bergantung kepercayaan masing-masing. Sebab, memang kebetulan saja hutan Mundu kerap memakan korban.



”Tidak ada apa-apa sebenarnya. Hanya kebetulan mungkin, toh tidak sering juga,” ujarnya.



Ruspan memberikan data-data warga yang pernah menjadi korban di hutan Mundu. Kasus pertama terjadi pada 1997. Seorang warga Desa Nglampin yang bernama Supo hilang. Hingga sekarang, korban tidak ditemukan. ”Supo merupakan petugas hutan setempat atau yang kerap dipanggil mandor. Dia hilang hingga sekarang, tidak ditemukan,” ungkapnya. Lalu, kasus kedua terjadi pada 2012. Warga Desa Nglampin yang bernama Samin hilang di hutan Mundu. Setelah sepuluh hari, dia ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri.



Kasus ketiga terjadi pada 2014. Warga yang bernama Rukmini juga ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri setelah hilang delapan hari. Kasus keempat terjadi pada 2015. Warga Desa Murpandan, Kecamatan Gayam, yang bernama Mbah Mi ditemukan meninggal dan membusuk di hutan Mundu. Kemudian, kasus kelima terjadi pada 2016. Warga Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Lik Jan, ditemukan meninggal di hutan Mundu setelah hilang dua hari.



”Lik Jan saat itu meninggal dalam keadaan tertindih rencek miliknya. Dia penjual sayur-mayur,” tuturnya.



Lalu, korban terbaru adalah Ali Muhid. Warga Sidoarjo itu ditemukan meninggal setelah hilang selama 20 hari. Ruspan menambahkan, sebenarnya masih banyak kasus lagi. Namun, dia ingin memberikan keterangan sesuai data yang telah dicatatnya. ”Dulu banyak sekali cerita orang hilang di hutan Mundu. Tapi, saya tidak bisa bertanggung jawab. Data yang saya informasikan berdasar saya yang menjadi saksi pada setiap kasus tersebut,” ujarnya. Rata-rata korban ditemukan di sekitar lokasi ditemukannya sopir Mobilio pada Minggu sore (2/7) lalu.



Sementara itu, Camat Ngambon Muridan menyatakan kerap memperoleh informasi dari warga sekitar bahwa hutan Mundu sering memakan korban. Dia baru dua tahun menjabat camat Ngambon. Karena itu, dia tidak bisa mempertanggungjawabkan cerita warga sekitar.



Namun, dia mengatakan, sejak ditemukannya mobil Mobilio tersebut, dirinya bersama anggota muspika setempat mencari korban di sekitar hutan Mundu. Namun, hasilnya nihil. ”Anehnya di situ. Mobil terperosok sekitar 7 km dari jalan poros desa/kecamatan dan 3 km dari jalan paving, lalu hilang begitu saja,” tuturnya. Padahal, saat pencarian, Muridan dan anggota muspika setempat tidak menemukan apa pun di sungai kecil di lokasi tersebut. Tetapi, setelah 20 hari, jenazah korban tiba-tiba berada di sungai kecil itu dalam keadaan telentang. (bgs/nas/c11/end)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore