
Seorang perempuan yang terjaring razia di dalam kamar bersama 2 cowok
JawaPos.com – Untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, puluhan petugas Polres Palangka Raya secara mendadak menggelar pemeriksaan dan razia sejumlah wisma atau tempat penginapan, kemarin (21/6) malam.
Razia tersebut langsung dipimpin Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono. Giat digelar untuk melakukan pengkondisian agar situasi tetap kondusif. Sasarannya premanisme, orang yang tidak dikenal, tidak memiliki identitas dan prostitusi terselubung.
Sasaran razia Orchid Guess House di Jalan Garuda, Wisma Madagaskar, Jalan Garuda XIV dan Wisma Malawen, Jalan Bukit Raya XVI. Selanjutnya, menuju ke barak di Jalan G Obos XV dan berakhir pukul 23.50 WIB.
Hasilnya beberapa pasangan diduga mesum berhasil terjaring dan tidak dapat memperlihatkan identitas aslinya. Usai diamankan didata dan membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Pantauan Radar Palangka dalam satu kamar di Wisma Malawen, Jalan Bukit Raya XIV, petugas mendapati tujuh botol minuman keras. Dan mengamankan gadis muda berinisial SU (20) dan dua pemuda berinisial TU (28) dan TN (24).
Petugas bergerak dan menjaring sepasang laki-laki dan perempuan satu kamar di Wisma Madagaskar, Jalan Garuda XIV. Diduga, keduanya usai melakukan hubungan terlarang. Karena saat pintu dibuka perempuan berada dalam toilet. Saat ditanya mereka mengaku bukan pasangan suami istri.
Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli melalui Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono mengatakan operasi ini merupakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) sebelum hari raya. Ini juga menindaklanjuti perintah pimpinan.
"Kita melakukan pengkondisian agar situasi tetap kondusif. Sasarannya premanisme. Kami menurunkan Anggota tersebut tergabung dari semua satuan fungsi termasuk Crisis Response Team (CRT) Puma,” ucapnya.
Dia menambahkan ara pasangan yang diduga mesum itu terpaksa harus ikut pihak kepolisian untuk lakukan pemeriksaan serta diberikan pembinaan atas perbuatan yang dapat merusak masa depannya tersebut.
"Mereka kami angkut ke Polres untuk diberikan pembinaan, bahkan wajib lapor agar tidak mengulangi perbuatan serupa lagi di wilayah setempat," ucap Ismanto.
Dia menegaskan razia penyakit masyarakat seperti ini dilakukan tak lain bertujuan untuk menekan tindak kejahatan serta hal-hal lain yang berbau kriminalitas dan hal lain sebagainya.
"Kami galakkan terus, bahkan dibeberapa titik juga akan terus dipantau untuk menekan tindak kejahatan yang sering sekali terjadi di wilayah rawan kasus," pungkasnya. (daq/vin)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
