
Ilustrasi
JawaPos.com - Serangan jutaan ekor Belalang Kumbara di wilayah Kota Waingapu Kecamatan Kambera dan sekitarnya mulai meresahkan kalangan petani padi. Kawanan hama tanaman musiman ini di Sumba Timur itu bahkan telah menghitamkan langit pada semua sudut Waingapu.
Belalang ini hinggap di dinding dan atap serta halapan rumah warga. Di sejumlah jalan umum, pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati dengan memperlambat laju kendaraannya karena pandangan terhalang oleh belalang yang beterbangan.
Sejumlah petani terpaksa mempercepat masa panen. "Harusnya masih dua minggu lagi baru bisa panen ini padi. Tapi karena ada hama belalang jutaan ekor yang datang dan sudah sampai di sawah ini. Daripada padi ka dimakan belalang yang bisa merugikan, lebih baik dipanen saja sekarang walau masih ada yang warna hijau padinya," ungkap Djawa Nadapakali (60), petani asal Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang sebagaimana dilansir Timor Ekspress (Jawa Pos Group), Kamis (15/6).
Djawa khawatir, belalang membuat sarang baru di area persawahan tersebut. "Kalau sampai jutaan ekor belalang itu hinggap dan bersarang di sana bisa bahaya. Pasti akan gagal tanam dan gagal panen karena banyak padi yang baru ditanam dan ada yang sudah ada bulirnya. Belalang sudah terbang di udara sekitar lokasi sawah ini tapi kami usaha usir terus," ujarnya.
Sementara itu, tim khusus yang dibentuk Pemkab Sumba Timur untuk menangani serangan hama belalang ini masih melakukan persiapan. Belum ada aktivitas yang dilakukan Rabu kemarin atau sehari setelah tim khusus tersebut dibentuk.
Pemkab Sumba Timur telah membentuk tim khusus (Timsus) dan terpadu pemberantasan hama belalang. Timsus dan terpadu itu tidak hanya pemerintah melalui Dinas Pertanian tapi juga instansi lain, termasuk TNI/Polri dan LSM serta elemen masyarakat lainnya.
Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali menegaskan, pembentukan tim khusus pemberantasan belalang akan melibatkan semua elemen masyarakat yang ada, termasuk TNI/Polri.
Hingga Rabu kemarin serangan hama belakang masih berlangsung di Kota Waingapu dan kecamatan sekitarnya. Belalang Kumbara ini bahkan terbang rendah sehingga sangat mengganggu transportasi warga di Kota Waingapu. Warga terus berupaya untuk mengusir belalang yang hinggap di rumah-rumah warga. (jun/ito/nas/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
